Breaking News:

Vaksin Covid

Sebanyak 10 Tokoh dan Pejabat Bakal Ikuti Program Vaksinasi Perdana Covid-19 di Kabupaten Magelang

Sedikitnya 10 tokoh lokal dan pejabat pemerintahan yang berada di Kabupaten Magelang bakal menjadi orang pertama

Istimewa
Kasi Surveilans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Dwi Susetyo (kanan) saat menjelaskan perkembangan data Covid-19 di wilayah setempat pada Jumat (22/1/2021) di Ruang Command Center Setda Kabupaten Magelang 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sedikitnya 10 tokoh lokal dan pejabat pemerintahan yang berada di Kabupaten Magelang bakal menjadi orang pertama yang mendapatkan program vaksinasi.

Direncanakan, program vaksin perdana di wilayah itu akan dilangsungkan pada Senin, 25 Januari 2021.

"Selain Bapak Bupati dan Istri serta pejabat Forkopimda lainnya nanti ada juga KH Ali Choisor (Gus Ngali) yang rencananya akan disuntik vaksin," kata Kasi Surveilans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Dwi Susetyo, Minggu (24/1/2021).

Dwi menambahkan, selain pejabat pemerintahan dan juga tokoh lokal, para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 juga akan diikutkan untuk mendapat program vaksin.

Baca juga: Prediksi Peruntungan 12 Shio Senin 25 Januari 2021: Tetaplah Tersenyum, Biar Semesta yang Menjawab

Baca juga: Asyik! Ada 4 Shio yang Hoki Senin 25 Januari 202 untuk Urusan Cinta, Keuangan dan Kebahagiaan

Sedikitnya ribuan nakes yang berada di wilayah setempat bakal ikut pula menerima vaksin.

"Kalau rencana kick off-nya nanti di dua lokasi ya yakni di rumah dinas Bupati dan juga di Rumah Sakit Merah Putih. Setelah itu program vaksin akan disebar di sejumlah fasilitas kesehatan lain termasuk Puskesmas," ujarnya.

Dwi menjelaskan, wilayah Kabupaten Magelang juga menjadi salah satu prioritas dalam program vaksin ini.

Nantinya vaksin Covid-19 akan lebih dulu diserahkan oleh Pemda Jateng ke Dinkes Kabupaten Magelang lalu kemudian akan disebarkan ke 41 fasilitas kesehatan di wilayah setempat.

"Soal keamanan kami pastikan aman dan akan dijaga dengan ketat pada saat proses pendistribusiannya," ujar Dwi.

Dia juga menambahkan bahwa, masyarakat tidak perlu panik dan was-was terhadap keamanan dan kandungan vaksin.

Sebab, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah memberikan rekomendasi emergency use authorization (EUA) pada vaksin Sinovac.

Baca juga: Mulai 26 Januari 2021, Satpol PP DI Yogyakarta Bakal Sita KTP Pelanggar Prokes

Baca juga: Masih Banyak Pelanggaran PSTKM di DI Yogyakarta, Politisi Golkar : Kesadaran Masyarakat Masih Rendah

"Sekarang ini oleh BPOM kita sudah diberikan emergency use authorization, artinya oleh lembaga resmi dinyatakan vaksin Sinovac layak untuk disuntikan kepada masyarakat supaya mendapat kekebalan terhadap Covid-19," terangnya.

Kendati demikian, lanjut Dwi Susetyo, lama aktivasi vaksin Sinovac tersebut sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut karena masih dalam tahap disuntikan kepada masyarakat.

"Sangat bervariasi informasi yang kita peroleh. Ada yang tiga bulan, ada yang 12 bulan, dan ada yang 18 bulan. Info sesungguhnya akan kita dapatkan setelah beberapa saat BPOM dan lembaga kesehatan lainnya melakukan evaluasi sampai seberapa lama titer antibodi Sars Cov 2 ini berada di dalam tubuh. Kita berharap bisa panjang, sehingga bisa memberikan proteksi dalam jangka lama," ujar Dwi. (jsf)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved