Breaking News:

Yogyakarta

Masih Banyak Pelanggaran PSTKM di DI Yogyakarta, Politisi Golkar : Kesadaran Masyarakat Masih Rendah

Pemda DIY dinilai masih perlu menggunakan payung hukum PSTKM sebagai cara menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait penerapan prokes.

Dok Satpol PP DIY
Pelaku usaha yang melanggar Instruksi Gubernur terkait PSTKM mendapatkan sanksi berupa surat peringatan dari Satpol PP 

TRIBUNJOGJA.COM - Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY Suwardi turut menanggapi pemberlakuan PSTKM di DIY yang sudah berlangsung hampir dua pekan ini.

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, saat ini kesadaran masyarakat untuk menerapkan prokes masih rendah.

Sebagai contoh, ia mengatakan meski di suatu tempat telah disediakan hand sanitizer dan sarana untuk mencuci tangan, namun hal itu tidak dimanfaatkan oleh masyarakat.

Suwardi merespon terkait data penegakan hukum oleh satpol PP yang selama PSTKM berlangsung telah ditemukan 955 pelanggaran dan 56 tempat usaha ditutup karena tak patuh.

Baca juga: Satpol PP Catat 955 Pelanggaran Selama PSTKM di DI Yogyakarta

Menurutnya fakta tersebut menjadi catatan penting untuk mengambil kebijakan selanjutnya. 

"Artinya masyarakat DIY masih acuh dengan prokes. Mereka menganggap enteng COVID-19. Tapi begitu salah satu keluarganya mereka ada yang kena, barulah akan tersadar," katanya.

Ditanya perlu atau tidak perpanjangan PSTKM dilakukan, secara tidak langsung Suwardi mengakui bahwa Pemda DIY masih perlu menggunakan payung hukum PSTKM tersebut sebagai cara menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait penerapan prokes.

Namun, di sisi lain dirinya meragukan kebijakan tersebut lantaran hasil di lapangan menunjukan angka kasus COVID-19 di DIY mencapai 400 per hari selama PSTKM berlangsung.

"Tapi kalau tidak dengan PSTKM, bagaimana caranya kita mengajak masyarakat untuk melaksanakan prokes," pungkasnya.( Tribunjogja.com )

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved