Breaking News:

Jawa

Kabupaten Magelang Darurat Sampah, DLH Wacanakan Program Tambang Sampah

upaya penambangan sampah dinilai cukup maksimal untuk menekan jumlah sampah yang kian menumpuk di TPA Pasuruhan.

TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Kepala DLH Kabupaten Magelang, Sarifudin. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang berencana untuk memberlakukan program penambangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasuruhan.

Hal ini disebut menjadi satu di antara upaya alternatif akibat kondisi TPA Pasuruan yang sudah kelebihan muatan.

"Itu kan sudah lama sampahnya dan hanya ditumpuk begitu saja. Tapi ada usulan dari rekan-rekan untuk kegiatan penambangan sampah. Jadi karena itu sudah bertahun-tahun, yang di bawah itu kan sudah menjadi kompos, jadi ada opsi agar sampahnya ditambang saja," kata Kepala DLH Kabupaten Magelang, Sarifudin, Minggu (24/1/2021).

Dia menyatakan, alternatif-alternatif kebijakan mesti ditempuh sebelum lokasi TPA baru ditemukan.

Baca juga: DLH Kabupaten Magelang Sebut Wilayahnya Darurat Sampah

Sehingga, upaya penambangan sampah dinilainya cukup maksimal untuk menekan jumlah sampah yang kian menumpuk di TPA Pasuruhan.

"Modelnya ya seperti penambangan itu. Dikeruk dulu kemudian disaring, kemudian yang disaring itu kan sudah menjadi kompos. Jadi ya mungkin agak efektif dalam mengurangi bebannya," kata dia.

Diketahui, sedikitnya hampir 100 ton sampah masuk ke TPA Pasuruhan setiap harinya.

Selain kelebihan muatan, bau busuk yang ditimbulkan juga cukup mengganggu.

Apalagi di musim penghujan seperti sekarang, sehingga upaya pengelolaan sampah yang maksimal dari rumah tangga dinilai juga mampu untuk mengurangi beban TPA Pasuruan.

Semisal dengan menerapkan pemilahan sampah berdasarkan 3R sejak dari sumbernya yakni sejak dari sumbernya mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle).

Baca juga: BPBD Kabupaten Magelang Siapkan Skenario Terburuk Menyusul Berubahnya Prakiraan Erupsi Merapi

Meski kecil, namun upaya ini dinilai cukup efektif untuk menekan jumlah sampah harian.

"Makanya sebelum ada tanah yang tersedia untuk lokasi TPA baru, nanti akan kami upayakan bagaimana caranya supaya sampah itu tidak semua dibawa ke TPA Pasuruhan. Nanti bisa diolah di masing-masing TPS lewat 3R dulu," jelasnya.

Ditambahkan, Kabupaten Magelang sebenarnya juga punya TPA selain di Pasuruhan yakni TPA Klegen, Grabag.

Hanya saja kondisinya juga tidak jauh berbeda dengan TPA Pasuruhan.

"Makanya harapan kami saat pengadaan tanah nanti bisa disetujui oleh masyarakat sehingga, TPA Pasuruhan ini punya alternatif lain," kata Sarifudin. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved