Breaking News:

Jawa

DLH Kabupaten Magelang Sebut Wilayahnya Darurat Sampah

Fenomena sampah di Kabupaten Magelang masih banyak menyisakan pekerjaan rumah, DLH pun menyebut kondisi itu sudah darurat.

istimewa
Suasana TPA Pasuruan, Kabupaten Magelang yang disebut sudah masuk dalam kondisi darurat sampah. Foto diambil pada Kamis 21 Januari 2021. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang mengakui bahwa kondisi sampah maupun pengelolaannya di wilayah setempat masih jauh dari optimal.

Fenomena sampah di Kabupaten Magelang masih banyak menyisakan pekerjaan rumah, DLH pun menyebut kondisi itu sudah darurat.

Kondisi darurat sampah terebut juga bukan isapan jempol.

Situasi sampah di Magelang juga bisa dikatakan berlangsung berlarut-larut seakan tak pernah usai.

Baca juga: Gelar Konsultasi Publik, Ini Fokus Pembangunan Kabupaten Magelang 2022

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Pasuruan yang kerap menggunung menjadi bukti.

Bagaimana tidak, sedikitnya hampir 100 ton sampah masuk ke dalam TPA itu setiap harinya.  

"Kami memang tengah mengevaluasi itu. Kabupaten Magelang ini kan sekarang mestinya bisa disebut sudah darurat sampah, karena TPA Pasuruan itu sudah overload," kata Kepala DLH Kabupaten Magelang, Sarifudin, Minggu (24/1).

Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah memikirkan untuk mencari lokasi TPA baru agar sampah di TPA Pasuruan bisa sedikit berkurang.

Pihaknya juga sudah menganggarkan dana senilai Rp5 miliar untuk mengatasi permasalahan itu beberapa waktu lalu.

"Tapi saat pelaksanaan pengadaan tanah gagal karena masyarakat minta harganya sudah jauh dari permintaan appraisal. Sehingga dianggarkan lagi di tahun 2022," ujarnya.

Baca juga: Rindu Rumah, Ratusan Pengungsi Gunung Merapi Asal Desa Krinjing Kabupaten Magelang Pulang

Maka itu, selama program pengadaan tanah belum berhasil, pihaknya sementara akan mengusahakan kebijakan alternatif lainnya guna mengatasi kelebihan muatan di TPA Pasuruan.

"Makanya sebelum ada tanah yang tersedia nanti akan kami uapayakan bagaimana caranya supaya sampah itu tidak semua dibawa ke TPA Pasuruan. Nanti bisa diolah di masing-masing TPS 3R dulu," jelasnya.

Di sisi lain, jika TPA Pasuruan sudah dalam kondisi darurat pihaknya akan berencana untuk membuat lubang di kawasan itu untuk menampung timbunan sampah.

Setidaknya bakal ada sejumlah lubang yang bakal dikeruk untuk jadi tempat penampungan sampah.

"Paling tidak enam lubang ya. Jadi sampah dibuat ke situ dan kalau penuh dipindah ke lubang yang lain lagi begitu seterusnya. Tapi nanti kalau sudah ke lubang yang ke enam, sampah di lubang yang pertama harapannya sudah menjadi kompos," imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved