Breaking News:

Bisnis

Asmindo DI Yogyakarta Sebut Kelangkaan Kontrainer Hambat Laju Ekspor Produk Permebelan

Asmindo DIY tengah menghadapi permasalahan pengiriman barang ke luar negeri (ekspor) akibat keterlangkaan kontainer.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  tengah menghadapi permasalahan pengiriman barang ke luar negeri (ekspor) akibat keterlangkaan kontainer.

Ketua Bidang Organisasi DPP Asmindo DIY, Endro Wardoyo menuturkan, kelangkaan kontainer sudah dirasakan sejak 3 bulan.

"Sekitar November tahun lalu, mulanya terjadi kelangkaan hingga sekarang ini. Akibatnya, produk-produk yang hendak dikirim tertahan dan menumpuk,"jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Sabtu (23/01/2021).

Baca juga: Adanya PSTKM Tak Pengaruhi Geliat Produktivitas Asmindo DIY 

Padahal menurutnya, permintaan produk permebelan sudah mengalami pertumbuhan dibandingkan dengan Maret tahun lalu.

Laju ekspor permebelan pun mengalami peningkatan meskipun tipis.

"Sangat disayangkan ya, keterlangkaan ini terjadi ketika mulainya ada rangsangan pasar terhadap produk permebelan. Padahal, produk permebelan  pada November lalu mulai menggeliat dan mengalami kenaikan sekitar 16,67 persen dibandingkan periode sebelumnya," ujarnya.

Untuk menghadapi keterlangkaan kontainer, pihaknya pun mengharapkan adanya intervensi dari pemerintah.

Apalagi, akibat langkanya kontainer membuat harga pengiriman produk juga mengalami kenaikan hingga 100 persen lebih.

Baca juga: Asmindo DI Yogyakarta: Transaksi Daring di Industri Mebel Masih Sepi Peminat

"Pemerintah perlu lakukan intervensi secepatnya. Memang perlu waktu dalam mengatasinya karena permasalahan kelangkaan kontainer terjadi secara global jadi dampaknya berentetan. Biasanya pengiriman barang satu kontainer dari Semarang ke Amsterdam hanya memerlukan biaya sekitar 2000 dolar AS sekarang menjadi 10.000 hingga 11.000 dolar AS," terangnya.

Ia menambahkan, jika permasalah kelangkaan kontainer tidak segera dihadapi.

Maka, dampaknya akan besar terutama terhadap pemulihan ekonomi secara nasional.

"Kalau dibiarkan berlarut tentu pemulihan ekonomi akan mengalami perlambatan. Sehingga, perlunya tindakan solutif agar permasalan bisa terselesaikan," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved