Breaking News:

Kabupaten Kulon Progo

Supaya Ikut Ambil Peluang, Disdagin Kulon Progo Berikan Dorongan pada Pelaku UMKM

Disdagin Kulon Progo dorong UMKM manfaatkan potensi terhadap keberadaan pasar rakyat di Bandara YIA.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kulon Progo terus mendorong para pelaku UMKM ikut memanfaatkan potensi terhadap keberadaan pasar rakyat di Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulon Progo, Iffah Mufidati mengatakan dengan melibatkan pelaku UMKM tentunya dalam pengelolaannya akan memberikan kepercayaannya kepada Perumda Aneka Usaha Kulon Progo.

Sehingga peluang dari keberadaan pasar rakyat tersebut bisa ditangkap serta menjadi daya tarik bagi Bandara YIA sendiri. 

Baca juga: Rencana Pembangunan Pasar Rakyat Diharapkan Dapat Tingkatkan Ekonomi Warga Kulon Progo

"Jadi tidak hanya sekadar bandara saja. Tapi mereka bisa berwisata ke bandara sembari melihat pesawat yang akan landing maupun take off. Masyarakat juga bisa jualan maupun menikmati produk yang dijual di pasar rakyat itu," ucapnya saat ditemui, Jumat (22/1/2021). 

Terlebih keberadaan pasar rakyat tersebut akan dibangun di atas Underpass Bandara YIA sepanjang 1 km. 

Dimana lokasi itu tidak masuk kawasan steril bandara sehingga memungkinkan masyarakat berkunjung kesana sewaktu-waktu. 

Ia berharap target pasar rakyat tersebut segera bisa direalisasikan setelah melalui pembicaraan antara PT Angkasa Pura I (AP 1) dengan Perumda Aneka Usaha. 

"Mudah-mudahan dalam triwulan ini bisa segera terealisasikan," ucapnya. 

Baca juga: Disdagin Kulon Progo Pastikan Ketersediaan dan Harga Daging Sapi Cukup Stabil

Dikatakan Iffah karena pihaknya hanya sebagai fasilitasi dalam memberikan arahan dan motivasi, terkait beban pembiayaan ia ingin AP 1 dapat menekan biaya yang nantinya akan ditanggung oleh pelaku UMKM seringan mungkin terlebih pada bulan pertama. 

Dengan konsep promosi di bulan pertama tersebut diharapkan mereka sudah dapat memperoleh manfaatnya. 

"Apabila mereka sudah mendapatkan margin untungnya tentunya untuk bagi hasil maupun beban biaya yang ditangguhkan kepada mereka kemungkinan mereka juga akan welcome," kata Iffah. 

Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong dan memberikan motivasi kepada mereka agar berani dalam mengambil peluang yang telah diberikan. 

"Kami tentunya juga mengubah mindset masyarakat terkait produk yang biasanya dijual di bandara memiliki harga yang lumayan mahal. Padahal tidak. Apalagi mereka memandang dengan pasar yang belum menjanjikan," jelasnya. ( Tribunjogja.com

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved