Breaking News:

Kota Yogya

PKL Malioboro 'Menjerit' Minta PSTKM Tak Diperpanjang

Dampak dari PSTKM oleh Pemerintah Provinsi DIY sangat dirasakan oleh para pedagang kaki lima di kawasan Malioboro.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Pedagang kaki lima (PKL) yang menjual baju dan souvenir khas Jogja di Kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Kamis (21/1/2021). 

"Ya sebetulnya keberatan mas. Tapi kalau demi aman dan sehatnya bagaimana lagi, saya juga cuma manut saja. Ya terang menurun, sekarang saja sudah menurun banyak. Omzet, 75 persen yang menurun. Sepi setiap hari," ujarnya.

Ia juga meminta agar PSTKM tak usah diperpanjang agar pedagang dapat naik lagi.

Namun, jika terpaksa diperpanjang, ia meminta kebijakan dari pemerintah.

Baca juga: PSTKM Diperpanjang hingga 8 Februari 2021, Gubernur DI Yogyakarta : Tidak Ada Pilihan Lain

Pedagang diberikan kompensasi atas kesulitan yang mereka hadapi sampai sekarang ini.

"Kalau memang boleh tidak usah diperpanjang, biar bisa naik lagi. Kalau berjualan masih bisa, kalau tak laku. Kalau diperpanjang? ya bagaimana lagi, manut. Mau bagaimana lagi, ya manut. mau bilang apalagi, kalau demi sehatnya semuanya, ya mau. Harus ada kebijakan dari pemerintah, dibantu sembako. Kalau bisa ada kompensasi," ujarnya.

Sebelum pandemi, Tami mengaku bisa mendapatkan Rp 500-700 ribu per hari, tetapi saat ini Rp 100-150 ribu yang didapatkan saja sudah sangat bersyukur.

Barang dagangannya pun ia habiskan, karena tak dapat berkulakan.

"Dulu itu bisa Rp 500-700ribu. Sekarang Rp 100-150 ribu sudah bersyukur, tak bisa kulakan. Dagangannya habis kemakan. Pernah sehari tak laku. Jadi dampak PSTKM ini sangat besar," katanya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved