Breaking News:

Kota Yogya

PKL Malioboro 'Menjerit' Minta PSTKM Tak Diperpanjang

Dampak dari PSTKM oleh Pemerintah Provinsi DIY sangat dirasakan oleh para pedagang kaki lima di kawasan Malioboro.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Pedagang kaki lima (PKL) yang menjual baju dan souvenir khas Jogja di Kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Kamis (21/1/2021). 

Omzetnya menurun sampai 75 persen lebih.

Dwi mengatakan, jika semula ia bisa menjual 3-5 kaos, kini ia hampir jarang bisa menjual satu kaos, karena tak adanya pengunjung.

Padahal kebutuhan setiap hari selalu mengejarnya.

"Dampak PSBB, menurun sekali. Omzetnya menurun 75 persen lebih. Sekarang kadang cuma 3-5 kaos, kurang buat makan, wira-wiri. Sebelumnya bagus sekali. Tidak ada pandemi payu," kata Dwi.

Baca juga: Sepekan Pemberlakuan PSTKM, Omset Pedagang di Malioboro Terjun Bebas

Ia meminta kebijakan dari pemerintah agar pedagang juga mendapatkan kompensasi atau bantuan karena kondisi sulit yang dihadapi mereka selama ini.

Bahkan saat PSTKM diberlakukan.

"Pendapatan sehari-hari kurang. Sementara harga kebutuhan pokok naik," ujarnya.

Sementara itu, pedagang kaki lima lainnya, Maria Florentina Tami (68) yang tergabung dalam anggota Koperasi Tri Dharma.

Ia sebenarnya merasakan keberatan akan perpanjangan PSTKM ini.

PSTKM diberlakukan memang untuk kesehatan, tetapi ia mengungkapkan bagaimana pedagang kecil merasa kesulitan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved