Breaking News:

Masih Berada di Zona Merah COVID-19, Pemkab Klaten Sepakat PPKM Diperpanjang Dua Pekan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Cahyono Widodo mengatakan jika pihaknya mendukung perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Bupati Klaten Sri Mulyani saat ditemui seusai penetapan paslon terpilih di kantor KPU Klaten, Kamis (21/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Cahyono Widodo mengatakan jika pihaknya mendukung perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan kedepan.

Hal itu ia sampaikan lantaran Kabupaten Klaten hingga saat ini masih belum beranjak dari zona merah COVID-19.

"Tentunya dari hasil analisis dan kajian yang ada di kami di Dinas Kesehatan Klaten, dilihat dari data-data yang ada dan tentunya melalui kajian-kajian, kita kan masih berada di zona merah," ujar Cahyono Widodo saat ditemui, di Kantor KPU Klaten, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: UPDATE Bursa Transfer Liga Italia: AC Milan, Inter Milan, Juventus, Napoli & Fiorentina

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Dorong Masyarakat Berbelanja Online di Pasar Tradisional

Pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Klaten tersebut juga menjelaskan pertimbangan lainnya untuk merekomendasikan perpanjangan PPKM di Klaten karena masih tingginya  tingkat penularan COVID-19.

"Yang kedua pertimbangan kita yakni, masih tingginya reproduksi rate (tingkat penularan) yang lebih dari satu. Kemudian nuwun sewu, angka kematian juga masih tinggi," jelasnya.

Ia mengatakan, pertimbangan dua hal tersebut membuat pihaknya tanpa ragu untuk merekomendasikan kepada Bupati Klaten agar perpanjangan PPKM di Klaten diberlakukan mengikuti instruksi nasional.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Republik Indonesia (RI) memperpanjang Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk pulau Jawa dan Bali selama dua pekan.

Sejatinya, PPKM yang telah berlangsung sejak Senin 11 Januari 2021 akan berakhir pada Senin 25 Januari 2021 pekan depan.

Namun karena belum meredanya COVID-19 disejumlah provinsi dan kabupaten kota yang ada di Pulau Jawa dan Bali, maka Pemerintah RI kembali memperpanjang penerapan PPKM dari 26 Januari hingga 8 Februari 2021 mendatang.

Bupati Klaten, Sri Mulyani pun angkat bicara mengenai perpanjangan PPKM oleh pemerintah pusat tersebut.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten akan mengikuti instruksi pemerintah pusat itu.

"Intinya pemerintah kabupaten Klaten selalu siap menjalankan instruksi dari pemerintah pusat karena pemerintah pusat mengambil kebijakan ini tentunya dengan kajian yang sangat matang," ujarnya.
Ia mengatakan, jika Pemkab bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Klaten akan selalu mengawal PPKM yang diperpanjang selama dua pekan mendatang.

Baca juga: Pencopotan Dua Adik Sultan dari Keraton, Jogja Corruption Watch Sayangkan Dugaan Makan Gaji Buta

Baca juga: Gempa Magnitudo 7.0 Guncang Sulawesi Utara Malam Ini, Berikut Penjelasan BMKG

"Kami akan selalu mengawal kebijakan itu. Kami selalu berupaya untuk mendisiplikan masyarakat Klaten. Kita tahu PPKM ini adalah sesuatu yang berat, tapi lebih berat lagi kalau kita tidak disiplin karena dampaknya akan selalu diperpanjang dan diperpanjang," jelasnya.

Menurut Mulyani, jika seandainya PPKM fase pertama dilakukan dengan disiplin tentunya pemerintah tidak akan memperpanjang PPKM tersebut.

"Artinya kalau ini diperpanjang berartikan yang kemarin hasilnya belum memuaskan atau angka korona ini belum turun sehingga pemerintah punya keputusan untuk memperpanjang," imbuhnya.

Sri Mulyani pun mengimbau masyarakat Klaten untuk disiplin dan menaati protokol kesehatan covid 19 selama ppkm diberlakukan di Kabupaten Klaten.

"Mohon kepada masyarakat walaupun saya tahu ini sulit saya mohon untuk diterapkan," tandasnya. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved