Manajemen Klub Basket Bank BPD DIY Bima Perkasa Menerima Perpanjangan Penundaan IBL

Klub Basket Bank BPD DIY Bima Perkasa akan tetap mengikuti arahan pemerintah, dan menerima soal penundaan kembali kompetisi IBL

(Dok Bima Perkasa)
David Singleton saat memimpin latihan timnya di GOR Klebengan, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Klub Basket Bank BPD DIY Bima Perkasa akan tetap mengikuti arahan pemerintah, dan menerima soal penundaan kembali kompetisi IBL, lantaran kebijakan PSTKM kembali diperpanjang hingga Februari mendatang.

Sebelumnya kompetisi IBL akan dilaksanakan kembali pada 15 Januari 2021, namun secara mendadak ditunda, karena pemberlakuan kebijakan PSTKM.

"Tentunya kita harus mengikuti arahan pemerintah, namun jika kita semua dapat mempresentasikan sistem travel bubble yang aman dan bisa memperjuangkannya untuk bisa berjalan," kata Manajer Bima Perkasa, Dyah Ayu Pratiwi saat dihubungi Tribun Jogja, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: BURSA Transfer Pemain Liga Inggris: Arsenal, Palace, Chelsea, MU, Liverpool, City & Spurs

Baca juga: Liverpool vs Burnley - Prediksi Formasi Line Up & Link Siaran Langsung Live Streaming Liga Inggris

Manajemen Bima Perkasa, sangat berharap jika operator liga secepatnya membuat skema travel bubble dan perencanaan yang aman dan terjangkau untuk tim.

Skema travel bubble adalah penciptaan sebuah koridor perjalanan.

Nantinya hal itu akan memudahkan penduduk yang tinggal di dalamnya melakukan perjalanan secara bebas dan mengindari kewajiban karantina mandiri.

"Tentu ini bukan hal mudah, dan tim akan kooperatif demi keberhasilan pelaksanaan liga. Justru dengan aktifitas liga tim terus beroperasi dan selalu melakukan screening secara berkala," ujar Dyah.

Selanjutnya, Point Guard Bima Perkasa, Azzaryan Pradhitya ikut buka suara, ia merasa kecewa dan sedih karena penundaan kembali diperpanjang.

"Kita persiapan sudah lama, tiba-tiba ditunda lagi gara-gara PSBB," kata pria dengan tinggi 181 sentimeter itu.

Hingga saat ini Adhit sapaan akrabnya, menuturkan jika kondisi tubuh setiap pemain tetap terjaga.

Baca juga: Masih Berada di Zona Merah COVID-19, Pemkab Klaten Sepakat PPKM Diperpanjang Dua Pekan

Baca juga: Pencopotan Dua Adik Sultan dari Keraton, Jogja Corruption Watch Sayangkan Dugaan Makan Gaji Buta

Pasalnya porsi latihan di rumah tetap diberikan oleh manajemen dan pelatih.

Hal ini diungkapkan Adhit supaya sewaktu-waktu liga dimulai kembali, ia dan kolega sudah siap 100 persen.

Pernyataan itu didukung Dyah, para pemain juga tetap diberikan porsi latihan tertutup internal bersama pelatih.

"Kami latihan rutin seperti biasa. Justru dengan aktif latihan kondisi kesehatan semua pemain terpantau dan tim juga punya waktu lebih untuk latihan dengan Coach David Singleton," jelas Dyah.

Kendati demikian, Adhit merasa nyaman dengan perlakuan dari manajemen Bima Perkasa yang terus menjamin kesehariannya selama di Yogyakarta.

"Kita semua tidak boleh ada yang pulang, risiko soalnya, gaji kita juga tidak potong seperpun," tandasnya. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved