Breaking News:

Kriminalitas

Belajar dari YouTube, Komplotan Maling Spesialis Pecah Kaca di Magelang Beraksi di 7 TKP Berbeda

Lewat tutorial YouTube, mereka telah beraksi di tujuh tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda-beda di seputaran Jawa Tengah.

TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Polisi menunjukkan sejumlah peralatan yang kerap digunakan oleh para tersangka kompolotan pencuri spesialis pecah kaca, kemarin. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Komplotan maling spesialis pecah kaca yang kerap meresahkan masyarakat mengaku belajar dan terinspirasi dari YouTube saat melakukan aksinya.

Lewat tutorial YouTube itu mereka telah beraksi di tujuh tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda-beda di seputaran Jawa Tengah.

"Saya belajar dan melihat tutorial dari YouTube," kata MT salah seorang tersangka yang berperan sebagai eksekutor pemecah kaca saat dihadirkan dalam rilis kasus tersebut di mako Polres Magelang, kemarin.

Peralatan yang digunakan para tersangka juga terbilang cukup lengkap dan praktis.

Baca juga: Polisi Bekuk Komplotan Pencuri Mobil Spesialis Pecah Kaca di Magelang

Mereka hanya bermodalkan alat pemecah kaca kecil dan juga senter untuk dapat menggondol barang-barang berharga milik korbannya.

"Alat pemecah kaca saya beli online seharga Rp300 ribu," katanya.

Kasatreskrim Polres Magelang, AKP Hadi Handoko menyatakan, pihaknya berhasil meringkus tiga tersangka dari tindak pidana itu yakni masing-masing TR (26), MT (27), dan MF (31) sementara satu rekannya yang lain masih berstatus sebagai DPO.

"Mereka ini pemain lama memang dan residivis kasus yang sama. Mereka hanya butuh waktu kurang dari dua menit untuk melancarkan aksinya," ujar dia.

Adapun aksi culas mereka tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Tengah yakni Tuntang Kabupaten Semarang, Babadan, Pare Kabupaten Temanggung, Tegalrejo, Secang, dan Mertoyudan.

Baca juga: Mengaku Petugas BNN, Tukang Tambal Ban di Magelang Diamankan Karena Konsumsi Sabu

"Saat beraksi mereka akan memantau lebih dulu mobil yang terparkir di pinggir jalan. Itu lah makanya mereka bawa senter untuk melihat di dalam mobil isinya apa saja. Kalau melihat barang berharga langsung dipecahkan kacanya dengan alat ini, ini kan ujungnya tajam jadi kurang dari dua menit mereka langsung dapat barangnya," ujarnya.

Polisi juga ikut mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya yakni dua alat pemecah kaca warna oranye, satu senter LED warna hitam, uang sisa pembagian senilai Rp600.000, satu unit Handycam merk SONY, satu unit sepeda motor suzuki satria fu warna merah tanpa nopol yang digunakan sebagai sarana pecah kaca saat di tkp japunan, serta satu unit laptop merk lenovo warna hitam hasil pencurian di Tampingan Candimulyo.

"Kami juga imbau kepada masyarakat agar selalu waspada saat memarkirkan kendaraannya d serta tidak meninggalkan barang berharga di dalam mobil," pungkas Hadi. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved