Breaking News:

Bisnis

Disperindag DIY Sebut Terjadi Penurunan Permintaan Bapok Selama PSTKM

Turunnya permintaan bapok selama PSTKM dipengaruhi dari berkurangnya jumlah kunjungan di pasar.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menilai terjadinya penurunan permintaan bahan pokok (bapok) selama pemberlakuan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di wilayah Yogyakarta.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag DIY, Yanto Aprianto menuturkan, turunnya permintaan bapok dipengaruhi dari berkurangnya jumlah kunjungan di pasar.

"Pasar menjadi sepi selama pembelakuan PSTKM. Penurunan pengunjung hampir 30 persen dan berimbas pada permintaan bapok juga,"jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Rabu (20/01/2021).

Selain itu, faktor lainnya juga datang dari tidak optimalnya operasional sektor horeka.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Pastikan Bahan Pokok Aman Hingga Tiga Bulan ke Depan

Padahal, serapan tertinggi di pasar berasal dari sektor tersebut.

"Ini kan horeka salah satu pangsa utama pasar juga belum stabil. Biasanya dalam kondisi normal sektor horeka mampu menyerap hingga 50 persen potensi di pasar. Sekarang, persentasenya kecil sekali," tuturnya. 

Pihaknya mengklaim, meskipun terjadi penurunan permintaan di pasar.

Untuk harga bapok masih relatif stabil di masa PSTKM.

Hanya saja, ada beberapa komoditi seperti cabai rawit yang masih mengalami fluktuasi harga.

"Secara keseluruhan masih normal untuk harga bapok di masa pembatasan ini. Pasokan juga masih memenuhi kebutuhan konsumen. Namun, memang terjadi kenaikan harga cabai rawit akibat kondisi cuaca buruk yang mengakibatkan gagal panen," urainya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved