PSTKM

Adanya PSTKM Tak Pengaruhi Geliat Produktivitas Asmindo DIY 

Penerapan Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM)  di wilayah Yogyakarta tak mempengaruhi produksivitas

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penerapan Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM)  di wilayah Yogyakarta tak mempengaruhi produksivitas kerajinan dan permebelan.

Hal ini pun disampaikan oleh Penasihat Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Ketua Bidang Organisasi DPP Asmindo DIY, Endro Wardoyo.

Ia mengatakan, pengusaha sudah terbiasa dengan adanya pembatasan seperti PSTKM.

Baca juga: Jelang Pelantikan Joe Biden Sebagai Presiden AS, Reaksi Emosional Biden hingga Perpisahan Trump

Baca juga: Memasuki Cuaca Ekstrem di DI Yogyakarta, BPBD DIY Telah Siapkan Mitigasi Jangka Pendek dan Panjang

"Kebijakan PSTKM bukan sesuatu yang baru bagi kami. Sejak awal pandemi, pembatasan baik dari sisi operasional sudah kami lakukan. Jadi, ketika ada aturan seperti ini sudah terbiasa," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Rabu (20/01/2021).

Bahkan pemberlakuan PSTKM, lanjut Endro, merupakan sesuatu tindakan yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah (Pemda) DIY untuk mengurangi angka penularan kasus Covid-19.

Mengingat kasus penularan Covid-19 di DI Yogyakarta terus mengalami lonjakan.

"Tentu, kami dukung langkah ini. Agar, masyarakat bisa ikut teredukasi untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan benar," ujarnya. 

Ia pun mengatakan, tidak berpengaruhnya PSTKM terhadap nilai produktivitas pengusaha mebel atau funitur terlihat dari angka ekpor yang mengalami pertumbuhan sejak 3 bulan terakhir.

Berdasarkan data BPS DIY tingkat ekspor produk permebelan atau furnitur naik 16,67 persen atau sebesar 0,3 juta dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan periode sebelumnya.

Baca juga: Meski Proses Belajar Mengajar Daring, Pendidikan Karakter Tetap Penting Diimplementasikan

Baca juga: Begini Tanggapan Pemain PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta Terkait Dibatalkannya Liga Musim 2020

"Saat ini kami masih dalam performa menggeliat. Angka permintaan terus mengalami peningkatan," terangnya.

Namun, di tengah geliat ekspor produk permebelan dan furnitur.

Kendala yang ditemui bukan masalah pembatasan PSTKM.

Melainkan, kelangkaan kontainer untuk mengirim produk ke luar negeri.

"Sudah sekitar 3 bulan kontainer langka. Akibatnya, harga per kontainer pun mengalami peningkatan hingga lebih dari 100 persen. Sehingga, perlu solusi yang optimal agar pemulihan ekonomi pun cepat terjadi," urainya. (ndg) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved