Komentar Pejabat AS Munculnya 25 Ribu Pasukan Khusus di Washington DC

Garda Nasional di sekitar ibu kota AS Jelang Presiden terpilih Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris akan dilantik pada 20 Januari 2021.

Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
Joe Raedle/Getty Images/AFP
Anggota Garda Nasional Virginia berjalan di dekat Capitol AS pada 17 Januari 2021 di Washington, DC. Setelah kerusuhan minggu lalu di Gedung Capitol AS, FBI telah memperingatkan ancaman tambahan di ibu kota negara dan di semua 50 negara bagian. Menurut laporan, sebanyak 25.000 tentara Garda Nasional akan menjaga kota saat persiapan dilakukan untuk pelantikan Joe Biden sebagai AS ke-46 

Tribunjogja Amerika -- Pelantikan Joe Biden menjadi Presiden Amerika Serikat tinggal menghitung hari.

Jelang acara itu sedikitnya 25 ribu pasukan nasional Amerika ditempatkan di sekitar ibu kota Amerika.

Banyak pasukan yang disiapkan menimbulkan kecurigaan adanya kekhawatiran terkait isu rencana menganggu pelantikan Joe Biden.

Namun pejabat keamanan Amerika Serikat membantahnya.

Penjabat Pentagon mengatakan ribuan pasukan Garda Nasional yang ditempatkan di sekitar ibu kota AS tidak menimbulkan tak ada bukan karena ada ancaman orang dalam yang akan mengganggu pelantikan Joe Biden.

Penjabat Menteri Pertahanan Christopher Miller mengatakan, militer dan FBI berada disana hanya dalam upaya untuk keamanan menjelang Hari Pelantikan.

Anggota Garda Nasional menyeberang jalan di Washington, DC pada 18 Januari 2021, karena keamanan telah diperketat menjelang pelantikan Presiden terpilih AS Joe Biden sebagai presiden AS berikutnya. Pelantikan dijadwalkan pada 20 Januari 2021.
Anggota Garda Nasional menyeberang jalan di Washington, DC pada 18 Januari 2021, karena keamanan telah diperketat menjelang pelantikan Presiden terpilih AS Joe Biden sebagai presiden AS berikutnya. Pelantikan dijadwalkan pada 20 Januari 2021. (Brendan SMIALOWSKI / AFP)

Bahkan ada proses pemeriksaan intensif untuk 25.000 pasukan Garda yang akan dikerahkan di sekitar Washington, DC, tidak ada indikasi rencana apa pun.

“Kami tidak memiliki (informasi) intelijen yang menunjukkan ancaman orang dalam,"

"Pemeriksaan ini sering dilakukan oleh penegak hukum untuk peristiwa keamanan yang signifikan, ”kata Miller dalam sebuah pernyataan, Senin dikutip Tribunjogja.com dari Russian Today.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan di sekitar Washington, DC setelah kerumunan pendukung Presiden Donald Trump menyerbu gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021.

Pada kejadian itu sempat mengakibatkan fasilitas negara itu diambil alih pendemo.

Dengan sumpah Biden sebagai presiden hanya dalam beberapa hari lagi, Washington, DC meningkatkan kehadiran polisi dan militernya setelah kerusuhan Capitol, dengan Secret Service membagi kota menjadi bagian "Merah" dan "Hijau".

National Guard berjaga di Pusat Kota Washington, DC pada 18 Januari 2021 menjelang upacara pelantikan Presiden terpilih Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris. Presiden terpilih Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris akan dilantik pada 20 Januari 2021.
National Guard berjaga di Pusat Kota Washington, DC pada 18 Januari 2021 menjelang upacara pelantikan Presiden terpilih Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris. Presiden terpilih Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris akan dilantik pada 20 Januari 2021. (TIMOTHY A. CLARY / AFP)

Tradisi AS

Melansir Kontan, Melania Trump telah melanggar tradisi AS karena dia tidak mengundang Jill Biden (istri Joe Biden) untuk melakukan tur ke Gedung Putih menjelang berakhirnya masa jabatan sang suami, Donald Trump.

Daily Mail memberitakan, Melania Trump, 50 tahun, hingga saat ini belum menghubungi Ibu Negara AS terpilih Jill Biden untuk mengajaknya berkeliling ke kediaman keluarga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved