Investasi Masa Depan, Point Guard Bima Perkasa Rintis Bisnis Sport Wear

Investasi Masa Depan, Point Guard Bima Perkasa Rintis Bisnis Sport Wear

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Media Official Bank BPD DIY Bima Perkasa
Pebasket Bank BPD DIY Bima Perkasa, Azzaryan Pradhitya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Indonesia hingga membuat kompetisi olahraga diberhentikan.

Indonesia Baskeball League (IBL) menjadi salah satu cabang olahraga yang resmi dihentikan bulan Oktober 2020 lalu.

Dihentikannya kompetisi olahraga di Tanah Air tentunya berdampak terhadap semua pihak terkait, termasuk para atlet sendiri.

Otomatis, pemasukan bagi para atlet berkurang karena tim juga terkena dampak dari pandemi covid-19.

Menghadapi pandemi yang belum juga menujukkan tanda-tanda berakhir ini, para atlet banyak yang banting stir dengan membuka bisnis baru.

Salah satunya dilakukan oleh point guard Bank BPD DIY Bima Perkasa, Azzaryan Pradhitya.

Ia bersama teman SMA-nya di Surabaya membuat bisnis sport wear yang dipasarkan secara daring, mulai September 2020 lalu.

Pria dengan tinggi 181 sentimeter ini, mengaku gelisah dengan masa depannya setelah pensiun dari atlet basket.

Pebasket yang biasa disapa Adhit tersebut mengaku bisnis yang dirintisnya ini merupakan investasi masa depan sekaligus mengisi jeda kompetisi selama pandemi covid-19 ini.

"Main basket itu ada masanya, kalau sudah tua gak bisa lagi (main baske), jadi kalau punya bisnis bisa tenang nantinya, pendapatan tetap ada," katanya saat bercerita dengan Tribun Jogja, Senin(18/1/2021).

Baca juga: Leicester City vs Chelsea, Frank Lampard Tanpa NGolo Kante karena Cedera hamstring

Baca juga: Pemain Barca yang Diminati AC Milan di Bursa Transfer Musim Dingin 2021

Tak hanya membuka bisnis sport wear saja, Adhit juga berencana untuk menciptkan aplikasi yang bisa dimanfaatkan banyak orang, terutama terkait dengan olahraga basket.

Aplikasi itu nantinya diharapkan pria asli Surabaya ini, menjadi forum dan loka pasar bagi siapa pun yang ingin mencari dan menjual barang-barang olahraga, khususnya basket.

Namun Adhit mengaku tidak menutup kemungkinan bagi alat olahraga lain, dipasarkan di sana, kendati demikian, ia ingin kanal yang dibuatnya dibagi per segmentasi.

"Orang Indonesia itu suka yang lebih eksklusif, jadi nanti kita buat platformnya satu-satu, basket satu, sepeda satu," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved