Breaking News:

Kasus Covid-19 Melonjak, DPRD Kota Yogyakarta Minta Pertanggungjawaban Satgas 

DPRD Kota Yogya meminta Pemkot Yogyakarta bertanggung jawab atas lonjakan kasus Covid-19 di wilayah setempat.

Tribunjogja.com |Azka Ramadan
Kawasan Tugu Pal Daerah Istimewa Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - DPRD Kota Yogya meminta Pemkot Yogyakarta bertanggung jawab atas lonjakan kasus Covid-19 di wilayah setempat.

Dewan menyebut, tingginya kasus Covid-19 belakang ini disebabkan oleh Pemkot yang menolak rekomendasi dewan terhadap penutupan Malioboro pada akhir tahun lalu.

Mantan Ketua Pansus Pengawasan Covid-19 DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto mengatakan, imbas ditolaknya rekomendasi pansus DPRD Kota Yogya yang salah satunya adalah menutup total kawasan Tugu Malioboro dan Kraton (gumaton) di malam tahun baru terbukti membuat kasus Covid-19 belakangan melonjak tajam.

"Sebagai pengambil kebijakan di Kota Yogyakarta dan sekaligus sebagai Ketua Harian Satgas Covid-19 saya menuntut Heroe Poerwadi harus bertanggung jawab dengan kondisi ini," kata Politikus PDIP itu, Sabtu (16/1/2021).

Baca juga: SINOPSIS Ikatan Cinta 16 Januari 2021: Saat Anniversary, Aldebaran Ungkap Siapa Roy Kepada Andin?

Baca juga: Pengumuman Pendaftaran SNMPTN 2021 Terbaru dari LTMPT, Ada Perubahan Jadwal

Fokki juga menyertakan hasil liputan kolaborasi antar wartawan yang menyebut cukup banyak pasien Covid-19 tidak mendapat penanganan yang memadai akibat kondisi rumah sakit yang penuh hingga akhirnya meninggal dunia.

"Bentuk pertanggungjawaban seperti apa, ya biarlah dipertanggungjawaban secara moral kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan kepada para korban yang meninggal karena tidak mendapatkan layanan yang memadai dan cepat di rumah sakit," katanya.

Sementara, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengklaim bahwa peningkatan kasus Covid-19 akhir-akhir ini tidak berkaitan langsung dengan perayaan malam pergantian tahun.

Sebab, kasus sudah mengalami peningkatan sejak November lalu.

“Peningkatan kasus itu terjadi sejak November dan sampai sekarang kasus yang muncul tiap hari masih cukup besar. Tetapi dalam seminggu terakhir, angkanya ada kecenderungan turun,” katanya.

Heroe menambahkan, peningkatan kasus yang terjadi di akhir tahun lalu, dikatakan bukan hanya terjadi di Kota Yogya saja, melainkan juga dialami oleh semua wilayah kabupatan/kota di Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved