Breaking News:

Sebelum Hampiri dan Tebaskan Parang ke Korban di Sewon Bantul, Pelaku Diketahui Sedang Pesta Miras

Aksi tebas parang berujung maut terjadi di Padukuhan Semail, Bangunharjo, Sewon, Bantul, pada Kamis (14/1/2021) malam, sekitar pukul 19.30 WIB.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Ahmad Syarifudin
Kapolsek Sewon Bantul Kompol Suyanto didampingi Kasatreskrim polres Bantul AKP Ngadi menunjukkan pelaku dan barang bukti Parang yang digunakan pelaku untuk menebas leher korbannya, saat konferensi pers di Mapolsek Sewon, Bantul, Jumat (15/1/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Aksi tebas parang berujung maut terjadi di Padukuhan Semail, Bangunharjo, Sewon, Bantul, pada Kamis (14/1/2021) malam, sekitar pukul 19.30 WIB.

Kapolsek Sewon, Kompol Suyanto membeberkan kronologi detail mengenai insiden tersebut.

Di mana sebelum menebas leher korbannya, pelaku AC (28) warga Bangunharjo, Sewon itu ternyata sedang menenggak minuman keras bersama teman-temannya. 

"Kondisi pelaku ini (sebelum kejadian) sedang minum-minuman keras bersama 4 temannya. Jadi, pelaku ini termasuk orang yang cepat naik pitam ketika ada tantangan," ucap Kompol Suyanto, didampingi Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, saat jumpa pers di Mapolsek Sewon, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: Disnakertrans DIY Tetap Lakukan Pengawasan Meski Juga Menerapkan WFH 75 Persen

Baca juga: Mampir ke Warung Kencono di Cangkringan, Rasakan Sensasi Makan Bakso Gunung di Lereng Merapi

Diceritakan, kasus penganiayaan yang menyebabkan nyawa melayang itu bermula ketika korban, CW (39) warga Boyolali, Jawa Tengah menghubungi salah satu rekannya, yang kebetulan malam itu sedang bersama pelaku, melalui sambungan video call. 

Dalam percakapan video itu, sinyal tidak begitu bagus, sehingga sambungan video call sempat terjeda atau buffering.

Pelaku yang saat itu berada disamping saksi (rekan korban), lalu meminta handphone untuk bercakap-cakap dengan korban.

Saat percakapan itu, terjadi umpatan spontan 'tak pateni'  (ku bunuh) yang diduga menyinggung perasaan pelaku. 

Padahal, korban dikenal memang ceplas-ceplos.

"Tapi pelaku ini merasa tertantang," jelasnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved