Breaking News:

Meski Dilanda Pandemi Covid-19, Pembangunan Fisik di Kota Magelang Rampung 100 Persen

"Ini tentunya kabar gembira dan harus kami pertahankan," ujar Sekda Kota Magelang Bowo Adrianto.

Dok. Humas Pemkot Magelang
Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakorpok) Triwulan IV Pemerintah Kota Magelang, di Ruang Adipura Kencana, Selasa (12/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.com – Meski di pandemi Covid-19, capaian pembangunan proyek fisik di Kota Magelang hingga akhir 2020 berjalan sesuai rencana atau telah selesai 100 persen.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat daerah (Setda) Kota Magelang Bowo Adrianto mengakui, pandemi mengubah beberapa proses pembangunan karena harus memenuhi ketentuan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Perubahan proses pembangunan tersebut seperti pembatasan jumlah pekerja. Selain itu, pembangunan juga sempat terkendala cuaca.

"Meskipun pandemi dan kondisi cuaca, tapi progress pembangunan fisik organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Magelang berjalan seperti yang diharapkan," kata Bowo seperti dalam keterangan tertulis yang Tribun Jogja terima, Jumat (15/1/2021).

Pernyataan itu ia sampaikan di sela Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakorpok) Triwulan IV di Ruang Adipura Kencana, Selasa (12/1/2021).

Bowo menjelaskan, terdapat sejumlah proyek fisik yang diselesaikan pada 2020.

Proyek fisik tersebut di antaranya, pembangunan gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), pembangunan gedung Dinas Lingkungan Hidup (DLH), rehabilitasi atau perbaikan sedang dan berat pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Pembantu Gelangan, serta peningkatan saluran drainase perkotaan kawasan Jalan Beringin VII.

Kemudian, ada pembangunan fisik pemeliharaan Jalan Tidar Soka, penyempurnaan fisik sarana dan prasarana lapangan tenis outdoor, rehabilitasi Masjid Baitul Makmur, dan kompleks Kantor Wali Kota Magelang.

Bowo menyebut, hampir semua proyek fisik dihentikan saat awal pandemi Maret 2020. Setelah adanya kebijakan new normal atau adaptasi kebiasaan baru, proyek fisik tersebut dilanjutkan kembali.

"Saat masuk di triwulan ketiga ada kebijakan new normal atau adaptasi kebiasaan baru, sehingga administrasi penatausahaan baru bisa direalisasikan mulai triwulan keempat," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Dwi Nur Hayati
Editor: Mikhael Gewati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved