Breaking News:

Kabupaten Magelang

Dimulai Februari, Ini Persiapan Pemkab Magelang Jelang Vaksinasi Covid-19

Berbagai persiapan telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang untuk vaksinasi Covid-19.

Tribunjogja/Rendika Ferri Kurniawan
Press Conference Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang di Command Center Room Pemkab Magelang, Jumat (15/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Berbagai persiapan telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang untuk vaksinasi Covid-19.

Mulai dari pelatihan tenaga vaksinator, penyiapan fasilitas pelayanan kesehatan pelaksanaan vaksinasi, pendataan, aplikasi, dan cold chain vaksin Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti, mengatakan,persiapann tahap pertama, pihaknya telah melakukan pelatihan tenaga vaksinator yang akan melakukan vaksinasi.

"Kesiapan yang kita lakukan, kita sudah melakukan pelatihan tenaga vaksinator. Jadi yang menyuntik tak sembarang orang, tetapi mereka yang sudah terdata dan terlatih.

Pelatihan sendiri berasal dari Kemenkes yang menugaskan balai pelatihan di Semarang melatih tenaga ini. Yang sudah dilatih, angka kemarin dan sudah tambah yakni, 25 dokter, 27 bidan, 7 perawat dan tenaga dari RS dan fasilitas yang lain," ujarnya, Jumat (15/1/2021).

Retno mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pendataan fasilitas pelayanan kesehatan pelaksana vaksinasi Covid-19.

Persyaratan teknis memang harus dipenuhi oleh faskes agar dapat melakukan vaksinasi. Di Kabupaten Magelang, kurang lebih ada 29 puskesmas, 18 klinik swasta dan empat rumah sakit baik negeri maupun swasta.

"Pendataan fasilitas pelayanan kesehatan pelaksanaan vaksinasi, ada persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh faskes itu. Kita membuat surat keputusan tentang penempatan fasyankes meliputi 29 puskesmas, 18 klinik swasta, dan empat RS. Empat RS ini terdiri dari dua RS pemerintah dan dua swasta. RS swasta seperti RS Syubbanul Wathan dan RS Aisyiah di Muntilan," katanya.

Persiapan lainnya adalah pendataan logistik, pelatihan aplikasi Pcare yang bekerja sama dengan BPJS.

Aplikasi ini akan mendukung identitas dari calon penerima vaksin. Mereka akan terdata di sana dan tersambung dengan Big Data di Kementerian Kesehatan. Para calon penerima akan menerima SMS.

Halaman
12
Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved