Breaking News:

Kabupaten Sleman

Besok Pemkab Sleman Mulai Distribusikan Vaksin Covid-19

Vaksin COVID-19 dari Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai didistribusikan ke kabupaten/kota, Rabu (13/01/2021).

Ist
Vaksin Sinovac 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Vaksin COVID-19 dari Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai didistribusikan ke kabupaten/kota, Rabu (13/01/2021).

Kabupaten Sleman sendiri menerima alokasi vaksin sebanyak 12.380 dosis. 

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Atikah Nurhesti mengatakan dari total alokasi 12.380, baru 10.000 dosis saja yang didistribusikan.

Sedangkan sisanya akan didistribusikan pada Senin (18/01/2021) mendatang. 

"Ini baru dikirim 10.000 karena menyesuaikan kapasitas ruangan, tetapi ternyata masih mencukupi. Sisanya akan dikirim Senin dari provinsi,"katanya, Rabu (13/01/2021).

Ia melanjutkan vaksin tersebut langsung ditempatkan di gudang penyimpanan di UPT Pengelolaan Obat dan Alat Kesehatan (POAK).

Gudang penyimpanan vaksin harus bersuhu 2 hingga 8 derajat Celcius, agar vaksin tersebut tidak rusak. 

Baca juga: Persiapan Jelang Vaksinasi Covid-19, Wakil Wali Kota Yogyakarta Pilih Banyak Konsumsi Makanan

Baca juga: Jalani Rapid Test Antigen, Bupati Sleman Nyatakan Siap Disuntik Vaksin Covid-19

Rencananya puluhan ribu vaksin tersebut akan didistribusikan secara bertahap.

Ada 52 fasilitas layanan kesehatan yang siap melakukan vaksinasi, meliputi rumah sakit, puskesmas, dan klinik. 

Atikah memastikan seluruh fasyankes yang melayani vaksinasi memiliki tempat penyimpanan khusus.

"Distribusi ke puskesmas mulai besok pagi  bertahap. Penyimpanan sudah sesuai dengan SOP kita, puskesmas memiliki tempat penyimpan vaksin yang selama ini sesuai standar, dalam suhu 2 sampai 8°C,"lanjutnya. 

Ia menambahkan ada sekitar 14 ribu sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang didata oleh Dinkes Sleman, baik tenaga kesehatan maupun non tenaga kesehatan. 

Dari data tersebut, ada 12.342 SDM kesehatan yang akan menerima vaksin COVID-19 tahap pertama. 

"Yang memverifikasi adalah pusat. Jadi mungkin ada data yang belum lengkap, sehingga tidak lolos verifikasi. Tetapi data tidak berhenti, kami terus lakukan update. Meskipun sasaran ada 14ribu, tapi baru 12 ribu yang menerima, tidak masalah, nanti data di-update lagi,"tambahnya. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved