Berita Pendidikan

Agar Siswa Tak Bosan Selama PJJ, Disdik Kota Yogyakarta Himbau Guru Gabung Pelajaran Serumpun

Agar Siswa Tak Bosan Selama PJJ, Disdik Kota Yogyakarta Himbau Guru Gabung Pelajaran Serumpun

Dok PAUD Tunas Harapan Bangsa Yogyakarta
Ilustrasi : Pandemi Covid-19 menjadikan PAUD Tunas Harapan Bangsa Yogyakarta menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi anak didiknya. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sudah 10 bulan pandemi melanda, sudah selama itu pula kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Hasyim, menuturkan pihaknya melakukan beberapa strategi agar guru bisa mengoptimalkan proses PJJ dengan materi dan pertemuan yang menarik.

"Memang itu tidak mudah dilakukan karena situasinya ini betul-betul di luar dugaan.

Namun trennya anak-anak sekarang untuk mengikuti pelajaran sudah semakin baik.

Ilustrasi : SMKN 2 Yogyakarta menyerahkan bantuan pinjaman tablet kepada siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Ilustrasi : SMKN 2 Yogyakarta menyerahkan bantuan pinjaman tablet kepada siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). (istimewa)

Misalnya, setiap pagi di masing-masing sekolah sudah mempresensi anak-anaknya dulu," ujar Hasyim kepada Tribun Jogja Rabu (13/1/2021).

Ia melanjutkan, pihaknya menyarankan kepada guru-guru agar kompetensi-kompetensi dasar (KD) yang serumpun bisa dijadikan satu.

Misalnya, untuk rumpun MIPA, matematika dan IPA disatukan, atau rumpun bahasa sendiri.

Kompetensi inti (KI) dan KD dapat dikelompokkan sehingga penyampaiannya dapat lebih menarik.

"Itu yang kami tekankan kepada guru-guru sehingga bisa mengurangi kejenuhan anak-anak. Guru juga bisa menyampaikan materi yang lebih baik kepada anak-anak," imbuhnya.

Baca juga: Persiapan Jelang Vaksinasi Covid-19, Wakil Wali Kota Yogyakarta Pilih Banyak Konsumsi Makanan

Baca juga: Penting, Dishub DIY Bakal Terapkan Tes Antigen Acak di Terminal Jombor, Demi Tekan Penyebaran Covid

Baca juga: Meski Punya Surat Rujukan, Pasien yang Berobat ke DIY Diimbau Tetap Bawa Surat Tes Rapid 

Menurutnya, saat ini sudah banyak sekolah yang melakukan itu, ada juga yang baru mengarah ke sana.

Ditanya terkait evaluasi PJJ selama 9 bulan sebelumnya, Hasyim mengungkapkan penguasaan materi selama PJJ tidak bisa disamakan dengan kondisi pembelajaran normal di sekolah.

Target penguasaan materi oleh siswa di Kota Yogyakarta di tengah PJJ ialah 70 persen.

Dengan demikian, satuan pendidikan meringkas indikator-indikator yang ada.

Sebab, waktu yang tersedia juga tidak sama dengan saat normal, sehingga ada penekanan pada materi-materi yang dianggap esensial.

Hasyim menambahkan, jam belajar selama pandemi sesungguhnya sama dengan saat normal, yakni 40 jam seminggu.

Namun, dengan PJJ yang dilakukan, pembelajaran virtual hanya dialokasikan 27 jam. Sementara, 13 jam sisanya digunakan untuk anak melakukan kegiatan pembelajaran lain di luar itu.

"Tatap muka virtual itu 27 jam, yang 13 jam diberi materi lain untuk anak membaca. Guru juga harus siap kalau sewaktu-waktu anak minta untuk konsultasi," tandasnya.

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved