Breaking News:

Kota Magelang

Respon Soal PPKM di Kota Magelang, Susilo : Kalau Tak Ada Solusi dari Pemerintah, Saya Tetap Buka

Penjual atau penyedia jasa permainan lukisan edukasi untuk anak-anak di Alun-alun Kota Magelang meminta solusi atas penutupan sementara

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Rendika Ferri Kurniawan
Susilo (45), warga Kampung Losmenan, Kota Magelang saat membuka lapak usahanya di Alun-alun Kota Magelang, Selasa (12/1/2021). 

"Seandainya dibatasi untuk penempatan gambar minimalis, saya ngikut. Pengaturan jarak seandainya 1 meter, suruh dua meter, ikut saja. Kalau disuruh tutup, wong saya harian pak. Kalau tak ada solusi, saya tak bisa. Wong saya juga punya anak kecil," tuturnya.

Sehari, Susilo menyediakan jasa lukis edukasi di Alun-alun Kota Magelang. Ia menjual sekitar 10-15 lembar kanvas untuk melukis buat anak-anak dengan pendapatan Rp 100 ribu per hari. Ia buka pukul 07.00 WIB sampai 15.00 WIB sore hari.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 443.5/01/112 yang mengatur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Kota Magelang.

Dalam surat tersebut, PPKM diberlakukan dari tanggal 11-25 Januari 2021 mendatang.

"Di dalamnya (SE) ada ketentuan-ketentuan berjualan terbatas, ini Disperindag mengambil langkah-langkah tempat duduknya, jam berjualan baik PKL maupun angkringan.

Tidak seperti lazimnya biasa, kemudian saya instruksikan mainan anak-anak, fitness outdoor, maupun lukis off semua. Tidak ada kegiatan apa, termasuk ini (air mancur) saya perintahkan berhenti," ujar Sigit, di sela memantau PPKM di Alun-alun Kota Magelang, Selasa (12/1/2021). (Tribunjogja/Rendika Ferri Kurniawan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved