Breaking News:

Korupsi Dana COVID 19

Kades Ini Diduga Potong Dana Bantuan COVID-19 untuk Main Perempuan dan Judi, 156 KK Jadi Korban

dana potongan dari bantuan COVID-19 yang sebenarnya diperuntukkan bagi warga tersebut malah digunakan oleh tersangka untuk main perempuan dan judi

Editor: Yoseph Hary W
HANDOUT via kompas.com
DOK - Polres Musi Rawas saat melakukan gelar perkara terkait kasus korupsi bantuan dana Covid-19, yang menjerat kepala Desa Sukowarno, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Selasa (12/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MUSI RAWAS - Tindakan pemotongan dana bantuan COVID-19 diduga dilakukan seorang kepala desa di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan. Mirisnya, dana potongan dari bantuan COVID-19 yang sebenarnya diperuntukkan bagi warga tersebut malah digunakan oleh tersangka untuk main perempuan dan berfoya-foya serta berjudi. 

Aksi kepala desa melakukan tindakan pidana korupsi dana bantuan COVID-19 tersebut kemudian dilaporkan oleh warga kepada polisi. 

Jajaran Polres Musi Rawas pun melakukan tindakan untuk mengungkap kasus tersebut. 

Diduga, dana bantuan COVID-19 yang dipotong oleh pelaku mencapai senilai Rp 187,2 juta, yang kemudian dipakainya untuk main perempuan dan bersenang-senang. 

Ilustrasi korupsi
Ilustrasi korupsi (Shutterstock via kompas.com)

Sebagaimana dikutip Tribun Jogja dari laporan kompas.com, Polres Musi Rawas segera melimpahkan kasus Askari (43) ke pihak kejaksaan setempat. 

Kepala desa tersebut diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dengan memotong dana bantuan Covid-19 untuk warga yang nilainya mencapai Rp 187,2 juta.

Askari diketahui menjabat kepala Desa Sukowarno, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan. Aksinya tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan dari masyarakat.

Mirisnya, uang korupsi tersebut digunakan oleh Askari untuk berfoya-foya dengan bermain judi dan menyewa perempuan.

Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy mengatakan, sebanyak 156 kepala keluarga (KK) di desa tempat tersangka menjadi korban.

Setiap KK yang semestinya mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa tedampak Covid-19 sebesar Rp 600.000 selama tiga bulan dilarikan oleh Askari.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved