Breaking News:

Terkait Pemberlakuan PSTKM, Ketum KONI DIY Imbau Atlet Puslatda Disiplin Terapkan Prokes

Djoko Pekik turut berpesan agar masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan segala aktivitas

dok.istimewa
Ketua Umum KONI DIY, Prof. Dr. H. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Umum KONI DIY, Prof. Dr. H. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO., mengimbau atlet yang tergabung dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) PON XX DIY tetap disiplin protokol kesehatan ketika menjalankan latihan.

Hal tersebut disampaikan Djoko Pekik terkait Instruksi Gubernur (Ingub) nomor 1 tahun 2021 tentang kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di DIY. 

Ingub pertama yang dikeluarkan di tahun 2021 ini, dalam upaya mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di DIY.

Adapun dalam Ingub tersebut 5 Kepala Daerah Kabupaten/Kota di DIY harus melakukan 8 poin pembatasan kegiatan, yang mulai diberlakukan mulai 11-25 Januari 2021.

"Sebagai bagian dari masyarakat DIY, tentu kita harus mematuhi Instruksi Gubernur itu. Kemudian setelah kita mencermati isi dari Instruksi Gubernur itu kan sebetulnya berupa regulasi yang mengatur bahwa penerapan protokol secara ketat," ujar Djoko Pekik.

"Jadi sebenarnya tidak ada larangan ini dan itu, jadi pengaturan misalnya perkantoran itu di apa namanya diberikan aturan boleh masuk 50%. Kemudian untuk sektor-sektor yang esensial itu bisa masuk 100% dengan shift dan sebagainya," tambahnya.

Terkait kegiatan olahraga, Djoko Pekik menilai dengan pemberlakuan Ingub tersebut tentunya juga harus disikapi secara bijaksana, termasuk atlet Puslatda yang tetap menggelar latihan rutin.

"Prinsip latihan tetap berjalan. Tentu kita harus lebih mengetatkan terhadap protokol kesehatan terutama adalah cabang-cabang yang game atau permainan. Nah itu tentu harus kita atur sebaik-baiknya sehingga tidak terjadi cluster baru," ujar Djoko Pekik.

Kemudian untuk olahraga perorangan atau individu, Djoko Pekik menilai saat ini sudah dilakukan pengaturan secara ketat sehingga tidak akan ada masalah apapun.

"Namun demikian kita berpesan pada para pelatih dan atlet tetap harus menjaga betul-betul protokol kesehatan itu, agar tidak ada problem yang terkait dengan penanganan Covid-19," ujarnya.

Selaku Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori), Djoko Pekik turut berpesan agar masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan segala aktivitas di tengah situasi pandemi saat ini.

"Dalam situasi seperti ini tentu harus tetap berhati-hati betul. Apalagi ada informasi tentang second wave (Covid-19). Sehingga, boleh saja masyarakat tetap melakukan aktivitas olahraga atau latihan, tetapi pengaturan juga tetap harus dilakukan sebaik baiknya. Jadi tidak boleh kemudian abai," ujarnya.

"Jangan sampai kendor semangatnya, jangan karena wfh terjadi penurunan kondisi fisik. Harapannya masyarakat tetap bersemangat, dengan menerapkan proses yang sebaik-baiknya," pungkasnya. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved