Breaking News:

Kisah Heroik Barkasmal, Berikan Beasiswa Hingga Perguruan Tinggi dari Hasil Penjualan Kertas Bekas

Barkasmal sebuah organisasi sosial nirlaba yang bergerak di bidang penghimpun dana, telah melakukan hal itu sejak 2012.

dok.istimewa
Kisah heroik Barkasmal, berikan beasiswa hingga Perguruan Tinggi dari penjualan kertas bekas 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kertas dan barang bekas ternyata bukan sekadar sampah.

Dengan pengelolaan yang tepat, barang-barang itu bisa bernilai manfaat, menyekolahkan puluhan anak mulai jenjang SD hingga perguruan tinggi. 

Barang Kertas Bekas Jadi Amal (Barkasmal), sebuah organisasi sosial nirlaba yang bergerak di bidang penghimpun dana, telah melakukan hal itu sejak 2012.

Kebanyakan lembaga penghimpun dana amal bekerja dengan cara yang sama, yaitu cash money, namun Barkasmal memilih cara yang unik. 

Pendiri sekaligus Ketua Barkasmal, Dori Saputra, mencetuskan ide mengumpulkan kertas dan barang bekas untuk dijual.

Selanjutnya, uang hasil penjualan itu diberikan sebagai beasiswa bagi kalangan anak duafa, membelikan alat tulis, leadership camping, layanan kesehatan 3 bulan sekali, dan pendampingan belajar. 

Komunitas ini berdiri sejak 2012 dan menjadi yayasan sejak 2018.

Hingga saat ini, total penerima beasiswa Barkasmal telah mencapai 35 anak. 

Beberapa di antaranya, 8 anak jenjang SD dengan biaya per periode Rp6.000.000, 12 anak jenjang SMP dengan Rp5.500.000 per periode, 6 anak jenjang SMA dengan Rp14.000.000 per periode, dan 2 mahasiswa jenjang sarjana dengan Rp10.600.000 per periode. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved