Apakah Seks Oral Bisa Mengakibatkan Penularan COVID-19? Begini Penjelasan Ahli

Sementara, salah satu medium penularan COVID-19 adalah melalui cairan liur. Jadi, wajar jika suami istri khawatir tertular COVID-19 saat seks oral

Editor: Rina Eviana
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Tribunjogja.com -- Bagi pasangan suami istri, berhubungan intim alias hubungan seks menjadi sebuah kebutuhan.

Tak hanya itu, aktivitas ranjang juga dilakukan untuk menjaga keharmoniasan rumah tangga pasangan suami istri.

Saat melakukan hubungan intim, pasangan suami istri terkadang melakukan variasi hubungan seks agar tak monoton dan membosankan.

Ilustrasi
Ilustrasi (Shutterstock)

Di antaranya adalah dengan seks oral.  Melansir laman skata.info, seks oral dilakukan sebagai gerakan pemanasan atau foreplay sebelum melakukan penetrasi.

Selain itu, variasi ini dipilih oleh sebagian pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan.

Kendati demikian, ada kekhawatiran di benak pasangan suami istri saat hendak berhubungan seks, terutama seks oral, selama masa pandemi COVID-19.

Baca juga: Para Istri Sebaiknya Jangan Suka Memalsukan Orgasme Saat Berhubungan Intim, Ini Bahayanya

Mereka waswas tertular virus SARS-CoV-2. Hal ini bukan tanpa alasan. Seks oral melibatkan kontak antara cairan liur dan alat kelamin.

Sementara, salah satu medium penularan COVID-19 adalah melalui cairan liur. Jadi, wajar jika suami istri khawatir tertular virus SARS-CoV-2 melalui penis atau vagina pasangan.

Untuk menjawab kecemasan itu, dr Rino Bonti Tri HS, SpOG pun memberikan jawaban. Dalam program Instagram Live Skata bertajuk "Amankah Berhubungan Seks Saat Pandemi", Kamis (18/6/2020), ia mengatakan bahwa sejauh ini belum ada penelitian yang menunjukkan virus SARS-CoV-2 dapat menular melalui mukosa (selaput lendir) penis atau vagina.

“Meskipun belum terbukti virus dapat menginfeksi mukosa penis atau vagina, selama berhubungan seks kan kita kontak erat dengan pasangan, bernapas dekat sekali dengan pasangan. Ya, (potensi) tertularnya lewat udara napas yang masuk ke saluran pernapasan pasangan,” jelas dr Bonti. Saat seks oral, lanjutnya, tangan dapat menyentuh air liur pasangan di alat kelamin, kemudian tangan menyentuh mulut, hidung, dan mata sehingga dapat terinfeksi virus.

Baca juga: Manfaat Dahsyat Berhubungan Intim di Pagi Hari, Lakukan di Jam 7.30!

Penularan COVID-19 juga bisa terjadi jika salah satu pasangan memiliki mobilitas tinggi di tempat yang berisiko terjadi penularan COVID-19.

ILUSTRASI
ILUSTRASI (NET)

Oleh karena itu, ada baiknya melakukan tes swab PCR terlebih dahulu untuk mendeteksi apakah Anda mengidap virus SARS-Cov-2 atau tidak.

Baca juga: Sebaiknya Jangan Menelan Sperma Saat Oral Seks, Ini Bahaya yang Mengintai

Jika terkonfirmasi positif, Anda dapat segera berobat dan mencegah penularan ke pasangan serta orang lain.

Apabila salah satu pasangan pernah terkonfirmasi positif COVID-19, lebih baik menunggu sampai hasil tes swab dinyatakan negatif selama dua kali berturut-turut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved