Breaking News:

Kapal-kapal Pencari Badan Pesawat Sriwijaya SJ-182 yang Dilengkapi Alat Canggih

tim SAR gabungan dibagi dalam 4 sektor dengan mengerahkan kapal masing-masing, KN SAR Basudewa, KN P Marore, KN Alugara,

ADEK BERRY / AFP
Anggota tim SAR dan KRI Rigel 933 TNI Angkatan Laut melakukan operasi di laut dekat pulau Lancang pada 10 Januari 2021, di mana sebuah pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 jatuh sesaat setelah lepas landas dari bandara Jakarta pada 9 Januari. 

Tribunjogja.com JAKARTA --- Pencarian Pesawat Sriwijaya SJ-182 yang jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, kawasan Kepulauan Seribu, masih berlangsung, Minggu (10/1/2021).

Tim pencarian yang dipimpin oleh Basarnas menggunakan berbagai cara untuk melakukan evakuasi terhadap Pesawat Sriwijaya SJ-182.

Dilansir Tribunjogja.com dari Basarnas, pencarian di permukaan air di sekitar LKP, tim SAR gabungan dibagi dalam 4 sektor dengan mengerahkan kapal masing-masing, KN SAR Basudewa, KN P Marore, KN Alugara, KN Trisula KPLP, KN P Nipah, KN Celurit, KN SAR Wisnu, KP 301, KN 204, KNP-348, KN SAR Karna, KN Belati, KN Catamaran - 504, serta sejumlah Rigid Inflatable Boat (RIB).

Perwira TNI AL melanjutkan pencarian  puing dari penerbangan Sriwijaya Air SJY182, di atas salah satu kapal pencari dan penyelamat di laut lepas pantai Jakarta pada 10 Januari 2021
Perwira TNI AL melanjutkan pencarian puing dari penerbangan Sriwijaya Air SJY182, di atas salah satu kapal pencari dan penyelamat di laut lepas pantai Jakarta pada 10 Januari 2021 (Demy Sanjaya / AFP)

Selain penyisiran di permukaan, tim SAR juga melakukan penyapuan bawah air dengan mengerahkan beberapa kapal, masing-masing KRI Rigel, KR Baruna Jaya dari BPPT, KN SAR Wisnu, dan MGS Geo Survey.

Kapal-kapal itu dilengkapi dengan peralatan bawah air yang canggih, seperti Multibeam Echosounder dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk mendeteksi dan mencari badan pesawat.

Selain mengerahkan alut air dan udara, Basarnas mengerahkan SRU darat guna melaksanakan penyisiran atau penyapuan di di sepanjang garis pantai kawasan Kepulauan Seribu.

Sementara data jumlah personil yang terlibat dalam operasi pagi tadi sebanyak 326 personil, jumlah kapal 38 unit, masing- masing dari Basarnas, unsur TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, Bakamla, Bea Cukai, BPPT, BNPB, Polairud, KPLP, Pelindo, MTA, dan lainnya.

Baca juga: Cerita Adik Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Kakaknya Sempat Kirim Foto

Seorang penyelam TNI AL memegang puing-puing dari Sriwijaya Air SJY182 pada operasi pencarian dan penyelamatan di laut dekat pulau Lancang pada 10 Januari 2021.
Seorang penyelam TNI AL memegang puing-puing dari Sriwijaya Air SJY182 pada operasi pencarian dan penyelamatan di laut dekat pulau Lancang pada 10 Januari 2021. (ADEK BERRY / AFP)

Dilansir dari Kompas.com, TNI Angkatan Udara ( TNI AU) menemukan dugaan tumpahan minyak pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak.

Dugaan tumpahan minyak ini berasal dari adanya perubahan warna air pada permukaan laut.

"Kami bisa melihat adanya anomali perubahan atau kontras warna permukaan laut. Saya berasumsi bahwa itu adalah tumpahan minyak," ujar Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara (Asops KSAU) Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi usai memantau lewat udara sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (10/1/2021).

Halaman
12
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved