Kabupaten Bantul
Musim Hujan, Warga Bantul Diminta Tingkatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk
Dinkes mengimbau kepada warga Bantul untuk meningkatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing selama musim hujan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kesehatan Bantul mengimbau kepada warga Bantul untuk meningkatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing selama musim hujan.
Imbauan ini menyusul adanya 21 warga Gamelan, Sendangtirto, Berbah, Slaman yang terindikasi terserang Chikungunya.
Kepala Bidang Pencegahan, dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Bantul, dr. SW Joko Santoso mengungkapkan, Chikungunya merupakan penyakit yang vektor atau pembawa penularannya adalah nyamuk aedes, satu famili dengan demam berdarah.
Baca juga: Kenali Penyebab dan Gejala Demam Berdarah Berikut Ini
Gejala yang ditimbulkan pun hampir mirip dengan demam berdarah dengue (DBD).
Penderita mengalami demam, nyeri sendi dan ruam kemerahan di kulit.
Perbedaannya, dilihat pada pemeriksaan penunjang laboratorium dan tanda klinis dengan ada dan tidak adanya pendarahan.
"Chikungunya tidak ada tanda pendarahan," jelas dia, Jumat (8/1/2021).
Pria yang biasa disapa Oki itu mengatakan, sepanjang tahun 2020 hingga saat ini di Kabupaten Bantul belum ada laporan keterangan dini dari rumah sakit maupun puskemas soal temuan penyakit chikungunya.
Baca juga: Yogyakarta Waspada Demam Berdarah Dengue di Tengah Pandemi Corona
Kendati demikian, pihaknya meminta kepada warga untuk tetap waspada terhadap penyakit - penyakit yang dapat ditularkan pada musim hujan.
Upaya pencegahan adalah dengan meningkatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk melalui 3 M.
Yaitu menguras tempat-tempat yang menjadi perindukan nyamuk, menutup rapat-rapat tempat penampungan air.
"Lalu, memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk," terangnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/4-cara-mengusir-nyamuk-secara-alami-ini-dapat-minimkan-dampak-buruk-obat-anti-nyamuk.jpg)