Update Gunung Merapi, Terjadi Guguran1,5 Km ke Arah Kali Lamat

Teramati guguran dari Babadan sebanyak satu kali ke arah Kali Lamat dengan jarak luncur 1,5 km pada hari ini (1/1/2021) pukul 15.56 WIB.

twitter BPPTKG
Kondisi Gunung Merapi pada Jumat (1/1/2021) yang terpantau dari PGM Selo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi kembali mengalami guguran dengan jarak luncur cukup jauh.

Teramati guguran dari Babadan sebanyak satu kali ke arah Kali Lamat dengan jarak luncur 1,5 km pada hari ini (1/1/2021) pukul 15.56 WIB.

Selain itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan pada periode hari ini (1/1/2021) pukul 12.00-18.00 WIB terdengar suara guguran sebanyak 3 kali dengan intensitas sedang hingga keras dari Babadan.

Baca juga: Update Gunung Merapi : Meningkat, Penggembungan Tubuh Gunung Merapi Capai 18 Cm/Hari

Dari sisi meteorologi, cuaca gunung merapi berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.

Suhu udara 16-21 derajat C, kelembaban udara 74-90 persen, dan tekanan udara 569-686 mmHg.

Volume curah hujan 9 mm per hari.

Secara visual, gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 70 m di atas puncak kawah.

Baca juga: Status Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi Kabupaten Magelang Diperpanjang Sampai 15 Januari

Adapun kegempaan yang terjadi di antaranya gempa guguran 26 kali, gempa hembusan 26 kali, gempa low frekuensi 1 kali, gempa hybrid/fase banyak 100 kali, dan gempa vulkanik dangkal 27 kali. 

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida sebelumnya mengatakan, sampai saat ini probabilitas erupsi Gunung Merapi masih tinggi berdasarkan tingginya data seismik dan deformasi yang ada serta morfologi yang ada di puncak.

Hingga kini, aktivitas vulkanik gunung merapi masih cukup tinggi, sehingga status aktivitas masih dalam tingkat siaga.

"Potensi bahaya saat ini masih sama yakni berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif, dan awan panas sejauh maksimal 5 km," tandas Hanik. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved