Breaking News:

Yogyakarta

Kemenag DI Yogyakarta Imbau Santri yang Ingin Kembali ke Ponpes Harus Bawa Surat Rapid Antigen

Aturan pemerintah tersebut bertujuan dapat meminimalisir penularan COVID-19 di lingkungan pesantren.

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kakanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mewajibkan para santri yang ingin kembali ke pondok pesantren di DIY untuk tetap membawa surat keterangan negatif hasil rapid test antigen.

Aturan tersebut disesuaikan dengan peraturan gubernur (pergub) nomor 77 tahun 2020 tentang pendisiplinan masyarakat terkait protokol kesehatan.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY Edhi Gunawan mengimbau agar pimpinan ponpes yang ada di DIY supaya mematuhi aturan pemerintah tersebut supaya dapat meminimalisir penularan COVID-19 di lingkungan pesantren.

Baca juga: Update COVID-19 DI Yogyakarta 1 Januari 2021, Bertambah 233 Kasus Positif, 13 Pasien Meninggal

Pasalnya, model pembelajaran di ponpes jelas berbeda dengan pembelajaran di pendidikan formal lain.

"Ponpes ini model belajarnya berbeda dengan pendidikan formal. Ponpes lebih mengutamakan tatap muka. Makanya saya ingin pendisiplinan terkait prokes diutamakan," katanya, Jumat (1/1/2021).

Ia menambahkan, untuk ponpes yang sudah menyatakan siap melaksanakan kegiatan sesuai prokes, Edhi menyampaikan totalnya ada 30 ponpes.

Ponpes tersebut dinilai telah memenuhi syarat untuk melaksanakan kegiatan belajar, lantaran bersedia menerapkan prokes yang telah ditentukan.

Baca juga: UPDATE Peta Sebaran Kasus Covid-19 hingga Jumat 1 Januari 2021 Pagi Ini, Data Rinci di 34 Provinsi

"Sementara yang lain masih ada yang via daring. Kalau pembelajaran untuk santri yang lokal sudah dari dulu dimulai," tambah Edhi.

Edhi menegaskan, untuk proses pemulangan para santri sudah dilakukan semuanya semenjak kasus COVID-19 di lingkungan ponpes yang ada di DIY menyebar.

Sementara di 2021 ini, dirinya menekankan kepada para santri yang hendak kembali ke ponpes masing-masing agar menyertakan surat keterangan negatif hasil Rapid test antigen.

"Karena sekarang kan syaratnya harus Rapid test antigen. Dan perlu diketahui untuk santri yang kemarin sempat dinyatakan positif covid-19 saat ini sudah sembuh," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved