Breaking News:

Pemanfaatan Media Sosial Twitter untuk Urusan Publik Pemerintah

Masyarakat bisa berkomentar sampai menaikkan tagar trending populer yang banyak dibicarakan di Twitter

CNN via Kompas.com
Ilustrasi Akun Twitter 

TEKNOLOGI mempermudah manusia untuk komunikasi dan informasi. Pemanfaatan media sosial, di era digital dimanfaatkan komunikator untuk kepentingan tertentu. Selain media komunikasi, media sosial bisa dimanfaatkan sebagai promosi produk sampai perbaikan citra. Kemunculan media sosial ini dapat dipakai institusi maupun pemerintah, dalam membentuk urusan publik.

Dalam opini publik, tiap individu dapat menyampaikan isi pesan yang disampaikan komunikator. Komunikator dapat menyampaikan isu, maka komunikan dapat membahas isu yang sama. Komunikan dapat berdiskusi dan mengeluarkan pendapat dari isu tersebut. Untuk menyampaikan pesan, komunikator membutuhkan media supaya penyampaian pesan tersampaikan.

Dahulu, orang-orang memanfaatkan media massa seperti koran, televisi, radio untuk menyebarkan opini publik. Adanya media baru, institusi maupun pemerintah dapat menyampaikan opini publik melalui media sosial. Media sosial mempermudah komunikator untuk menyampaikan pesan, karena penerima pesan lebih cepat, audiens lebih banyak, dan mudah dibagikan.

Contoh media sosial seperti Friendster, Facebook, Twitter, TikTok, Instagram, Whatsapp bermanfaat bagi orang-orang. Ada juga media sosial yang digunakan untuk media berdiskusi terkait tema-tema tertentu. Media sosial tersebut seperti blog dan wiki yang dipakai sebagai forum berdiskusi secara virtual. Pengguna media sosial ini dapat berinteraksi dan mengirimkan berbagai informasi tanpa terbatas ruang dan waktu.

Pemanfaatan Media Sosial Ketika Pandemi

Teknologi mengubah urusan publik, yang sebelumnya dikerjakan secara langsung menjadi online. Pandemi virus corona, yang terjadi diwal tahun 2020, mengubah urusan publik pemerintah dan perusahaan. Pandemi virus corona atau Covid-19, telah tersebar ke seluruh dunia. Virus ini berasal dari Wuhan China, kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia. Virus corona berdampak pada berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, sosial budaya, sampai pariwisata.

Berbagai cara dilakukan untuk pencegahan virus corona. Seperti pembatasan jarak atau social distancing. Selain itu pemakaian internat untuk berbagai bidang seperti bisnis dan politik mempermudah kehidupan masyarakat. Virus corona berpotensi menghancurkan ekonomi dan dampaknya bisa berpotensi pada generasi mendatang.

Pemakaian konferensi online daring seperti Zoom, Microsoft Teams dan Skype bisa dipakai untuk berkomunikasi secara grup maupun pribadi. Pemanfaatan media online ini bisa untuk pribadi, pendidikan, publik, dan bisnis. Contohnya saja penerapan sekolah daring melalui Zoom atau Microsoft Teams untuk mahasiswa dan pelajar.

Di Indonesia, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa COVID-19, merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat (Setkab.go.id, 2020). Virus corona kemudian ditetapkan sebagai bencana berskala nasional.

Pemerintah Indonesia sebelumnya melakukan berbagai cara untuk mencegah virus corona. Pencegah seperti physical distancing, sekolah daring, sampai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dilakukan untuk pencegahan virus corona.

Pemerintah juga menerapkan sistem Work From Home (WFH) sebagai konsep pelayanan publik berbasis daring. Pemanfaatan WFH berbasis aplikasi web ini dapat mendukung kinerja dan memfasilitasi manajerial serta administrasi. Contohnya saja informasi tentang bekerja dari rumah atau WFH yang menjadi sarana diskusi di media sosial.

Media sosial dapat membangun kesadaran, menciptakan inovasi, dan mempetukarkan wacana. Salah satu media sosial yang menjadi sarana diskusi adalah Twitter. Twitter dapat memberikan informasi seputar pelayanan publik pemerintah ke masyarakat. Proses penerimaan pesan melalui media sosial Twitter dapat menimbulkan reaksi berbeda.

Menurut data dari We AreSosial pada Januari tahun 2020, Twitter menjadi media sosial yang digunakan masyarakat Infonesia. Total pengguna Twitter sebesar 10,65 juta jiwa. Twitter menduduki posisi kelima teratas media sosial yang paling banyak digunakan. Presentase pengguna Twitter sebesar 56%. Pengguna aktif Twitter dari rentang usia 16-64tahun. Media sosial Twitter banyak dipakai politisi untuk menulis cuitan atau tweet.

Masyarakat bisa berkomentar sampai menaikkan tagar trending populer yang banyak dibicarakan di Twitter. Twitter bisa menjadi media urusan publik pemerintah pada masyarakat di tengah pandemi corona. Contohnya saja opini publik masyarakat tentang kerja dari rumah atau WFH, yang diumumkan oleh pemerintah. Masyarakat dapat memberi komentar dan berbagai reaksi tentang upaya pemerintah terhadap Covid-19. (*)

*Penulis: Dwi L. Fajri, Mahasiswa Pascasarjana Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret Surakarta

Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved