Breaking News:

Jawa

Pekerja Pabrik Pakaian Dalam di Klaten Gelar Aksi Mogok Kerja

Aksi mogok kerja itu terjadi karena adanya penunggakan THR tahun 2020 sekitar 40 persen yang tak kunjung dibayarkan oleh perusahaan.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Personel Polres Klaten saat berjaga-jaga di sela-sela aksi mogok kerja sejumlah pekerja pabrik pakaian dalam di daerah Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Selasa (29/12/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sejumlah pekerja pabrik pakaian dalam yang berada di daerah Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten ramai-ramai melaksanakan aksi mogok kerja, Selasa (29/12/2020).

Aksi mogok kerja tersebut dilakukan dengan berdiri di pekarangan dan luar pagar pabrik pakaian dalam tersebut sejak pagi hingga sekitar pukul 11.00 WIB.

Pantauan Tribunjogja.com di lapangan sekitar pukul 10.00 WIB, aksi mogok kerja tersebut berjalan tertib.

Sejumlah personel kepolisian dari Polres Klaten juga tampak berjaga-jaga di lokasi tersebut.

Baca juga: Pemkab Klaten Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan di Objek Wisata Alam Selama Libur Nataru

Kepolisian juga meminta agar pekerja yang menggelar aksi mogok itu agar tidak berkerumun.

Seorang pekerja, Tari mengaku jika aksi mogok kerja itu terjadi karena adanya penunggakan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2020 sekitar 40 persen yang tak kunjung dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerja.

"Waktu kemarin itu, THR baru dibayar 60 persen, nah sisa THR sebesar 40 persen lagi janjinya dibayarkan paling lama itu pada Desember 2020 ini. Tapi hingga sekarang tidak ada kejelasan," ujarnya.

Ia mengatakan, para pekerja hanya meminta kejelasan kapan hak mereka tersebut bakal dibayarkan perusahaan secara pasti.

Sementara itu, Human Resources Development (HRD) Pabrik Pakaian Dalam itu, Eka Kusumawati mengatakan jika perusahaan tetap membayarkan sisa THR 2020 yang dijanjikan kepada para pekerja tersebut.

Baca juga: Melihat Dapur Umum Pengungsi Gunung Merapi di Klaten, Kokinya Personel Brimob

"Memang dari awal, di bulan Mei itu kita sudah memberikan THR sebesar 60 persen kepada pegawai. Itu kondisinya pabrik benar-benar low order, tapi ya jajaran Direksi dan Manajemen masih ingin memberikan THR meski sedikit, maka kita berikan 60 persen," ujarnya pada awak media.

Halaman
12
Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved