Pandemi Covid 19

Epidemiolog Unair : Larangan Masuk WNA ke Indonesia Bisa Kurangi Kasus Impor Covid-19

Epidemiolog Unair : Larangan Masuk WNA ke Indonesia Bisa Kurangi Kasus Impor Covid-19

Editor: Hari Susmayanti
Shutterstock/Space_Cat
Ilustrasi turis bisnis 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Ahli epidemiologi dari Universitas Airlangga Laura Navika Yamani mengatakan kasus baru covid-19 atau virus corona di Indonesia masih terus bertambah.

Potensi peningkatan kasus baru juga cukup tinggi karena libur akhir tahun.

Laura pun menilai pengetatan syarat masuk warga negara asing(WNA) ke Indonesia bisa mengurangi kasus impor covid-19.

Pemerintah Indonesia sendiri memutuskan untuk menutup pintu masuk bagi WNA yang ingin ke Indonesia mulai 1 Januari 2021 mendatang.

"Paling tidak akan mengurangi kasus impor yang bisa meningkatkan laju penyebaran Covid-19," kata Laura kepada Kompas.com, Selasa (29/12/2020).

Ia mengatakan, kondisi kasus Covid-19 Indonesia saat ini masih terus bertambah, apalagi dengan adanya masa libur panjang akhir tahun.

Oleh karena itu, ia menilai, dengan adanya pengetatan proses masuk WNA ke Indonesia paling tidak akan mengurangi laju penularan.

"Jikapun diperbolehkan masuk untuk WNA harus dengan syarat dan ketentuan khusus bahwa harus dilakukan pemeriksaan sebelum berangkat dari negaranya dan sesudah sampai di Indonesia," ujar dia.

Adapun pemerintah Indonesia memberlakukan larangan WNA dari seluruh negara masuk ke Indonesia pada 1-14 januari 2021.

Baca juga: Cerita Mereka yang Berhasil Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: Minta Bansos Disalurkan Mulai Januari 2021, Presiden Jokowi : Jangan Sampai Ada Potongan Apa Pun

Baca juga: Warga Desa Boleh Makamkan Jenazah COVID-19, TRC BPBD DIY : Baru Bantul yang Sudah Jalan

Hal itu disebabkan munculnya varian mutasi baru virus corona yang memiliki daya tular yang sangat cepat.

“Menyikapi hal tersebut, rapat kabinet terbatas 28 Desember memutuskan untuk menutup sementara.

Saya ulangi untuk menutup sementara dari tanggal 1 sampai 14 Januari 2021 masuknya warga negara asing atau WNA, dari semua negara ke Indonesia,” kata Retno dalam konferensi pers, Senin (28/12/2020).

Adapun pemerintah mewajibkan WNA yang tiba di Indonesia sejak 28 sampai dengan 31 Desember untuk menunjukkan hasil negatif PCR dari negara asal yang berlaku, maksimal 2x24 jam sebelum jam keberangkatan.

Surat tersebut harus dilampirkan pada saat pemeriksaan Kesehatan.

Apabila hasil tesnya negatif maka WNA wajib melakukan karantina selama lima hari terhitung sejak tanggal kedatangan.

“Setelah karantina lima hari, melakukan pemeriksaan ulang RT-PCR dan apabila hasil negatif maka pengunjung diperkenankan meneruskan perjalanan,” lanjut Retno.

Seperti diketahui, varian baru dari virus corona SARS-CoV-2 telah diidentifikasi di Inggris bagian tenggara.

Varian baru penyebab penyakit Covid-19 itu diberi nama "VUI-202012/01".(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Epidemiolog: Pengetatan Syarat Masuk WNA ke Indonesia Diharapkan Kurangi Kasus Impor Covid-19

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved