Breaking News:

Tol Yogya Solo

Warga Terdampak Tol Yogyakarta-Solo di Klaten terima Uang Ganti Rugi Tertinggi Senilai Rp 1,5 Miliar

Bidang tanah tersebut juga menjadi nominal tertinggi dalam proses UGR pada tahap awal di desa itu, mencapai Rp 1,5 miliar.

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Penampakan patok tol Yogyakarta-Solo di areal persawahan Desa Kauman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Selasa (24/11/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Puluhan warga Desa Kauman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten sudah mendapatkan guyuran Uang Ganti Rugi (UGR) pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo.

Dari 90 bidang tanah milik warga desa yang terdampak tol di desa itu, sebanyak 25 bidang tanah milik dari 25 warga di antaranya telah menerima UGR.

Jika ditotal UGR yang diterima oleh 25 warga pemilik 25 bidang tanah yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PEN) di desa itu mencapai Rp23,5 miliar.

Informasi yang dirangkum Tribun Jogja, dari 25 bidang tanah yang telah menerima UGR tersebut, bidang tanah milik warga paling banyak terdampak yakni 2.479 meter persegi.

Baca juga: Muncul Wacana PSBB di Yogyakarta, Buruh: Jangan Menimbulkan Masalah Baru Bagi Pekerja

Baca juga: Dokter Spesialis Paru RSUP Dr Sardjito: Ini yang Perlu Dilakukan Jika Terkonfirmasi Positif Covid-19

Bidang tanah tersebut juga menjadi nominal tertinggi dalam proses UGR pada tahap awal di desa itu, mencapai Rp 1,5 miliar.

Sementara bidang tanah paling kecil pada tahap awal itu seluas 23 meter persegi yang dihargai Rp 14 juta.

Total luas tanah dari 25 bidang yang terdampak tol di desa tersebut mencapai 39.088 meter persegi.

Kepala Desa Kauman, Ida Andung Prihatin mengatakan jika pembayaran UGR proyek Tol Yogyakarta-Solo untuk tahap awal sudah diterima oleh 25 warga desanya.

"Sudah diterima tahap pencairan uang ganti rugi pada Rabu 23 Desember kemarin. Tapi ini baru tahap awal sebanyak 25 bidang tanah," ujarnya pada Tribun Jogja, Senin (28/12/2020).  

Baca juga: Apa Kata Komnas HAM Soal Rekaman Kamera CCTV Kasus Tol Jakarta-Cikampek KM 50

Baca juga: Peneliti UGM : Sikapi Varian Baru Covid-19, Warga Tak Perlu Khawatir Berlebihan, Tetap Jalankan 3 M

Menurut Ida, sebagian besar dari 25 bidang tanah yang telah menerima UGR proyek trans Jawa di desanya itu merupakan lahan persawahan.

"Umumnya dari 25 bidang tanah yang sudah cair UGR-nya itu adalah lahan persawahan," jelasnya.

Sementara itu, Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Yogyakarta - Solo, Christian Nugroho membenarkan jika sudah dilakukan pembayaran UGR bagi warga desa Kauman tersebut.

"Iya benar, sudah dibayarkan, tanggal 23 Desember kemarin. Itu baru tahap awal, sisanya masih menunggu verifikasi dari LMAN," tambahnya. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved