Breaking News:

Yogyakarta

Pemda DIY Wajibkan Wisatawan Rapid Antigen, Okupansi Hotel Turun Drastis, Hanya Tersisa 25 Persen

Pemda DIY Wajibkan Wisatawan Rapid Antigen, Okupansi Hotel Turun Drastis, Hanya Tersisa 25 Persen

TRIBUN JOGJA/TAUFIQ SYARIFUDIN
Wisatawan yang mengunjungi kawasan Malioboro pada libur Nataru, Sabtu (26/12/2020). 

Untuk satu hotel, Deddy mengatakan biaya operasional yang dikeluarkan oleh manajemen sekitar Rp60 juta.

Sementara adanya pembatasan wisatawan dan aturan rapid antigen saat ini, kerugian yang ditanggung pengelola mencapai sekitar Rp400 hingga Rp500 juta.

Menurutnya, aturan pemerintah terkait pembatasan wisatawan sangat mendadak, sehingga membuat masyarakat berpikir dua kali untuk melakukan perjalanan wisata.

"Padahal kami sudah siap-siap. Musim liburan otomatis okupansi bertambah, biaya operasional juga tambah. Belanja hand sanitizer kami tambah, disinfektan kami tambah, kebutuhan makanan tamu kami tambah. Sertifikasi dan verifikasi sudah kami lakukan. Tapi plekenthus kayak gini," ungkapnya.

Meski begitu, PHRI tidak memganggap pemerintah memberi harapan palsu. Namun, adanya kebijakan tersebut membuat kalangan PHRI kecewa dan mendapat kerugian yang cukup besar.

"Sembilan bulan loh ini. Kami berharap akhir tahun bisa menutup modal sembilan bulan kemarin ternyata seperti ini. Saya ndak mau bilang pemerintah PHP, tapi yang jelas kami shock saat ini," tegas Deddy.

Masih kata Deddy, meski merasa kecewa atas kebijakan pemerintah saat ini, namun komitmen PHRI untuk mencegah adanya penularan Covid-19 di lingkungan hotel tetap dilakukan.

Sebagai bentuk nyata, per Kamis (24/12/2020) kemarin PHRI telah mendapatkan 385 pengunjung hotel yang tidak membawa hasil rapid antigen.

Mereka yang kedapatan tak mematuhi aturan tersebut disarankan untuk melakukan rapid test antigen terlebih dahulu sebelum memesan kamar kembali.

"Kisarannya itu sampai 385 pengunjung. Itu per Kamis kemarin. Data terkini belum muncul lagi," jelasnya. (Tribunjogja/Miftahul Huda)

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved