Breaking News:

Safety Riding

Awas, Hal Hal Berikut Bisa Menjadi Penyebab Utama Pengemudi Mobil Menabrak Bagian Belakang Truk

Awas, Hal Hal Berikut Bisa Menjadi Penyebab Utama Pengemudi Mobil Menabrak Bagian Belakang Truk

Istimewa via Tribun Jateng
Ilustrasi :Kecelakaan mobil menabrak Truk Tronton di Tol Ngawi-Sragen 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ada baiknya lebih berhati hati dan waspada ketika berkendara dengan lalu lintas seperti saat ini. Lantaran lalu lintas cenderung lebih padat karena masuk musim libur Natal dan Tahun Baru. 

Apalagi saat mengemudi di jalan tol, kerap kecelakaan dialami oleh mereka yang kurang berhati hati atau bahkan kurang memahami bagaimana kondisi lalu lintas di jalan bebas hambatan tersebut.

Tak pelak bahaya kecelakaanpun setiap saat mengintai bila pengemudi tak memperhatikan kecepatan dan kondisi lalu lintas jalan.

Tentu saja, kecekalaan bisa kita hindari dengan menerapkan safety riding atau mengemudi dengan baik.

Ilustrasi Lakalantas : Satu unit Honda Mobilio ringsek setelah mengalami laka lantas di Jalan Magelang km 8, Mlati, Sleman, Sabtu (3/10/2020) pagi.
Ilustrasi Lakalantas : Satu unit Honda Mobilio ringsek setelah mengalami laka lantas di Jalan Magelang km 8, Mlati, Sleman, Sabtu (3/10/2020) pagi. (Tribun Jogja/ Hendy Kurniawan)

Dikutip dari Kompas.com, tidak sedikit terjadi kecelakaan mobil yang menabrak bagian belakang truk atau kehilangan kendali karena kaget ada mobil yang lebih lambat di depannya.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana menuturkan, selain kecepatan, ada empat faktor yang menyebabkan hilangnya persepsi jarak saat mengemudi di jalan tol.

Hilangnya persepsi jarak pengemudi di jalan tol itu ketika sedang mengemudi dalam kecepatan tinggi, ada kendaraan lain di depannya yang terlihat masih jauh, namun ternyata sudah di depan mata. Sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.

Baca juga: Silahkan Coba, Membersihkan Daun Tanaman Hias Menggunakan Cara Cara Berikut Ini Direkomendasikan

Baca juga: Kisah Pilot Cilik Asal Uganda, Tiga Kali jadi Co-pilot Pesawat Cessna 172

Baca juga: Inilah 8 Ciri-ciri Masa Subur Wanita, di Antaranya Keputihan Mirip Putih Telur

“Faktor pertama mengantuk, bukaan mata pengemudi hanya sedikit sebagian hidupnya sudah di bawah alam sadar,” ucap Sony kepada Kompas.com, Kamis (24/12/2020).

Kemudian faktor yang kedua yaitu mengebut atau melakukan zig-zag di jalan tol. Sony mengatakan, gaya mengemudi yang reaktif sangat berpotensi kecelakaan karena kecepatannya yang tinggi.

 “Ketika melakukan zig-zag atau berpindah lajur, selalu tipis jaraknya dengan kendaraan lain, enggak ada ruang aman saat mengemudi,” kata Sony.

Ketiga, pengemudi selalu berpikir bisa dan tidak berpikir aman, sehingga tindakannya mengarah berbahaya.

Ilustrasi Lakalantas : Pihak kepolisian ketika melihat kondisi mobil yang mengalami kecelakaan di di ruas jalan tol Solo-Ngawi KM 527 Sragen, Jumat (18/12/2020)
Ilustrasi Lakalantas : Pihak kepolisian ketika melihat kondisi mobil yang mengalami kecelakaan di di ruas jalan tol Solo-Ngawi KM 527 Sragen, Jumat (18/12/2020) (Istimewa)

Keempat karena masalah visibilitas yang terbatas, misalnya blind spot karena kontur jalan, sudut tikungan, kabut atau silau dari matahari.

“Terakhir yaitu pengemudi tidak fokus, ada hal lain yang dikerjakan sambil nyetir atau ada masalah yang dibawa saat mengemudi,” ucapnya.

=========

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyebab Utama Tabrakan dari Belakang"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved