Breaking News:

Kota Yogya

Hotel dan Resto Penerima Hibah Kemenparekraf di Kota Yogya Diminta Siapkan LPJ

Laporan pertanggungjawaban tersebut, paling lambat disampaikan pada 15 Januari mendatang, melalui aplikasi, atau link yang sudah diinformasikan.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM - Hotel dan restoran di Kota Yogyakarta yang mendapat kucuran dana hibah pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) diwanti-wanti untuk menyiapkan laporan pertanggungjawaban.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang mengatakan, laporan pertanggungjawaban tersebut, paling lambat disampaikan pada 15 Januari mendatang, melalui aplikasi, atau link yang sudah diinformasikan pihaknya.

Ia pun menjelaskan, masing-masing hotel dan restoran tentu sudah punya rancangan anggaran biayanya sendiri.

Karena itu, dana hibah dari Kemenparekraf ini, diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, sekaligus tepat sasaran.

Baca juga: Wisatawan Wajib Rapid Test Antigen, Pelaku Hotel di Yogyakarta Terkena Imbas

"Ini kan teknis banget, antara hotel dan restoran satu dengan yang lain pasti berbeda-beda, tidak bisa digeneralisasikan. Boleh untuk gaji karyawan," jelasnya, Kamis (24/12/2020).

Sehingga, imbuh Tion, hotel-hotel yang tidak bisa menyerap seluruh alokasi tersebut, diwajibkan untuk mengembalikan sisa anggaran ke kas daerah.

Sebab, dana tak terserap itu, dianggap tidak bisa dipertanggungjawabkan penerima.

"Jadi, bagi hotel dan restoran yang sekiranya ada dana yang tak bisa dipertenggungjawabkan itu, wajib dikembalikan ke kas daerah, maksimal tanggal 29 Desember," tegasnya.

Lebih lanjut, Tion mengungkapkan, setelah dana hibah tahap pertama selesai disalurkan beberapa waktu lalu, sejauh ini pihaknya tengah mempersiapkan pencairan tahap ke dua, yang diperuntukan bagi hotel, serta restoran berbeda.

Baca juga: Ratusan Hotel dan Restoran Kota Yogyakarta Terima Dana Hibah, Tertinggi Dapat Rp 1 Miliar

"Jadi, total ada 301 penerima, yang memenuhi syarat ya. Tapi, dari jumlah itu ada yang tidak bersedia mengikuti program. Entah karena duitnya sedikit, atau merasa sudah mampu, tersisa 271 hotel dan restoran saja," tandas Kadispar.

Sebelumnya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Kadri Renggono berujar, nilai yang diterima para pelaku usaha itu bervariasi.

Ia mencatat, nominal tertinggi adalah Rp1 miliar dan terendah kisaran ratusan ribu.

"Jadi, jumlah yang diterima memang berbeda-beda, karena nomimalnya itu ditentukan berdasarkan sumbangsih pajak yang disetorkan kepada pemerintah," katanya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved