Breaking News:

Kota Yogya

Hari Pertama Libur Nataru, Taman Sari Masih Sepi Pengunjung

Penurunan angka kunjungan turut dipengaruhi adanya peraturan Rapid Tes Antigen yang diwajibkan bagi wisatawan yang ingin masuk ke Yogyakarta

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Suasana kunjungan wisata di Taman Sari pada libur nataru, Kamis (24/12/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jumlah kunjungan ke destinasi wisata Taman Sari, kota Yogyakarta pada hari pertama libur Natal dan Tahun baru (nataru) cenderung sepi.

Pengelola Taman Sari, Ridwan Syam mengatakan, jumlah kunjungan pada hari ini hanya mencapai sekitar 800 orang.

"Jumlah tersebut, masih tergolong kecil bila dibandingkan dengan libur pada Agustus lalu yang mencapai 1.200 orang per hari," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Kamis (24/12/2020).

Baca juga: Pengelola Wisata Taman Sari Yogyakarta Berharap Kunjungan Wisatawan Saat Libur Akhir Tahun Meningkat

Penurunan angka kunjungan, lanjut Ridwan,  turut dipengaruhi adanya peraturan Rapid Tes Antigen yang diwajibkan bagi wisatawan yang ingin masuk ke wilayah Yogyakarta.

Sehingga, banyak dari pengunjung yang memutuskan untuk menunda perjalanan wisata.

"Ya pasti ada pengaruh terkait kebijakan Rapid test antigen bagi wisatawan. Apalagi harganya testnya juga lebih mahal," ujarnya.

Sementara itu, penerapan protokol kesehatan di Taman Sari masih sistemnya masih sama dengan yang lalu.

Yakni, pengunjung diharuskan memakai masker, mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh, dan  dibuat dalam kelompok.

Baca juga: Pemkot Yogya Tegaskan Kewajiban Rapid Test Antigen untuk Wisatawan adalah Demi Kebaikan Bersama

"Peraturan prokes disesuaikan dengan anjuran pemerintah. Untuk kelompok minimal terdiri dari 10 orang dan maksimal 20 orang. Dan, tiap kelompok memiliki 1 orang pemandu untuk mengatur pengaturan jarak saat berada di dalam Taman Sari," tuturnya.

Saat ini, kebanyakan pengunjung Taman Sari dari wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Dan, didominasi dari rombongan keluarga atau kerabat terdekat.

"Rata-rata dari Surabaya dan Semarang. Memang sejak pandemi kunjungan wisata masih dalam kelompok keluarga yang mengendarai mobil pribadi. Sedangkan, untuk rombongan yang memakai bus masih belum ada," pungkasnya.  ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved