Breaking News:

Cegah Klaster Covid-19, Gereja di Gunungkidul Pilih Batasi Jumlah Umat Ibadat Natal

Umat kristiani di Gunungkidul saat ini bersiap melaksanakan Ibadat Natal di berbagai Gereja.

TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Suasana Gereja Katolik Santo Petrus Kanisius Wonosari, Gunungkidul menjelang pelaksanaan misa Natal pada Rabu (23/12/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Umat kristiani di Gunungkidul saat ini bersiap melaksanakan Ibadat Natal di berbagai Gereja.

Namun karena masih pandemi, sejumlah aturan tambahan pun harus diikuti oleh mereka.

Ketua Perayaan Hari Natal, Gereja Katolik Santo Petrus Kanisius Wonosari, Heru Tri mengatakan pihaknya akan menggelar misa Natal dalam 3 hari berturut-turut.

"Kegiatan kami lakukan mulai hari ini hingga 25 Desember mendatang," kata Heru pada wartawan, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: UNY Lakukan Pengambilan Sumpah Pejabat Fungsional 

Baca juga: UPDATE Covid-19 23 Desember 2020 Hari Ini : Kasus Baru Bertambah 7.514, Total Kumulatif Jadi 685.639

Jadwal misa per harinya pun berbeda-beda.

Hari ini misalnya dilaksanakan pukul 18.00 WIB, kemudian pada 24 Desember pukul 18.00 WIB dan 21.00 WIB. Terakhir pada 25 Desember pukul 07.30 WIB pagi.

Jumlah umat tiap sesi pun sudah pasti, seperti hari ini sebanyak 545 orang.

Pada 24 Desember sebanyak 492 dan 439 orang serta pada 25 Desember ada 545 orang.

"Sebelumnya para umat diminta mendaftarkan diri terlebih dahulu pada 13 Desember lalu," jelas Heru.

Ia mengungkapkan kapasitas Gereja sesungguhnya mampu menampung hingga 2 ribu umat.

Namun demi protokol kesehatan (prokes) pencegahan COVID-19, jumlah umat dibatasi hingga 35 persennya saja.

Heru mengatakan pihaknya tetap mewajibkan umat mengenakan masker serta melewati pengecekan suhu dan cuci tangan sebelum masuk gedung.

Konsultasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul pun sudah dilakukan.

Baca juga: Budi Gunadi Sadikin Jadi Menteri Kesehatan, Ini Respon dan Harapan IDI

Baca juga: BERITA TIMNAS U-19 : Inilah Daftar 27 Pemain yang Dibawa Shin Tae-yong untuk TC di Spanyol

"Pihak Kemenag sudah memberikan lampu hijau untuk misa Natal, namun tetap dengan berbagai pembatasan," ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul Arif Gunadi mengimbau agar panitia perayaan Natal membatasi jumlah umat yang hadir.

Setidaknya hanya sepertiga dari kapasitas total.

Ia pun menyarankan panitia menyediakan fasilitas misa Natal secara virtual melalui siaran langsung (live streaming).

Sehingga umat yang tidak bisa hadir tetap bisa mengikuti jalannya misa dari tempat masing-masing.

"Setidaknya dengan mematuhi prokes tidak akan mengganggu kekhusyukan dalam beribadah nantinya," ujar Arif. (alx)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved