Penutupan Saham Terjungkal, Sektor ASII, BBCA dan SCMA Paling Diburu Asing pada Perdagangan Hari Ini
Prediksi ini sudah muncul saat Bank Dunia menyampaikan prediksi pertumbuhan Indonesia kemarin
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) terjungkal pada penutupan perdagangan, Selasa (22/12/2020).
Bertubi-tubi berita negatif menghampiri bursa hari ini.
Dari berita munculnya virus mutasi baru di Inggris yang menyebabkan Inggris lockdown hingga pernyataan mentri keuangan Sri Mulyani yang menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi akhir tahun bisa menjadi -2 %.
BRI Danareksa Sekuritas DIY, Elton B Satrianto, mengatakan prediksi ini sudah muncul saat Bank Dunia menyampaikan prediksi pertumbuhan Indonesia kemarin, namun pasar baru merespon setelah pemerintah melalui menkeu hari ini.
"Akibatnya, membuat IHSG ditutup melemah -2.31% atau -142 poin mendarat di level 6.023,29," jelasnya kepada Tribunjogja.com,pada Selasa (22/12/2020)
Sejak pembukaan IHSG berada di zona negatif sempat menikmati zona hijau di level 6.174, namun kemudian kembali tertekan.
Pelemahan hari ini membuat semua indeks sektoral ditutup di zona negatif.
Sektor Infrastruktur memimpin pelemahan yang terjadi dibursa hari ini dengan penurunan sebesar -3.84 %.
Kemudian, diikuti oleh sektor mining yang melemah -3.39 % dan sektor agriculture -2.95 %.
Total transaksi yang dicatatkan oleh investor hari ini kembali mencapai Rp20 triliun.
Saham ASII (-1.22%) menjadi saham yang paling banyak diburu investor asing, diikuti oleh saham BBCA (-1.68%) dan SCMA(-6.90%).
Sedangkan saham BMRI (-4.48%) memimpin saham yang banyak dijual asing diikuti oleh ICBP (-1.79%) dan INDF (-3.19%). (*)