Breaking News:

Vaksin Virus Corona

Penjelasan Kemenkes Soal Vaksinasi Virus Corona yang Gratis Tanpa Syarat

Kementerian Kesehatan telah menegaskan, vaksinasi virus corona merupakan program prioritas pemerintah untuk masyarakat yang diberikan secara gratis

Editor: Yoseph Hary W
ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP
ILUSTRASI - Laboratorium Novavax di Gaithersburg, Maryland, salah satu laboratorium yang mengembangkan vaksin untuk virus corona 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Vaksin corona diberikan pemerintah kepada masyarakat secara gratis. Kementerian Kesehatan telah menegaskan, vaksinasi virus corona merupakan program prioritas pemerintah untuk masyarakat yang diberikan secara gratis tanpa syarat apapun. 

Vaksin COVID-19 gratis tanpa syarat yang dimaksud yaitu diberikan kepada masyarakat secara cuma-cuma tidak berkaitan dengan keaktifan dan keanggotaan BPJS Kesehatan. 

Presiden Joko Widodo sebelumnya juga telah menegaskan bahwa vaksin virus corona diberikan untuk masyarakat, untuk semua rakyat tanpa kecuali. 

Ilustrasi vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer dan Moderna berbasis teknologi genetik yang disebut mRNA (messenger RNA).
Ilustrasi vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer dan Moderna berbasis teknologi genetik yang disebut mRNA (messenger RNA). (SHUTTERSTOCK/Nixx Photography)

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin diberikan gratis kepada masyarakat dan tanpa syarat.

Ia juga menegaskan bahwa vaksin tersebut tidak terkait dengan keanggotaan atau keaktifan individu di BPJS Kesehatan.

"Dapat kami tegaskan bahwa vaksin Covid-19 gratis untuk masyarakat, tanpa persyaratan apapun. Juga tanpa persyaratan keanggotaan, keaktifan di BPJS Kesehatan," ujar Nadia dikutip dari tayangan konferensi pers di kanal YouTube FMB9, Jumat (18/12/2020).

"Sekali lagi vaksin gratis tanpa persyaratan apapun," lanjutnya menegaskan.

Nadia menuturkan, program vaksinasi Covid-19 adalah prioritas pemerintah yang akan dilaksanakan secara bertahap setelah dikeluarkannya izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia.

"Serta seiring dengan ketersediaan vaksin," tambah Nadia.

Presiden Joko Widodo meninjau simulasi uji vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (18/11/2020).
Presiden Joko Widodo meninjau simulasi uji vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (18/11/2020). (KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, vaksinasi Covid-19 untuk seluruh rakyat Indonesia. Ia menegaskan, vaksinasi tak ada kaitannya dengan keanggotaan BPJS Kesehatan.

"Jadi vaksinasi itu untuk semua rakyat tidak terkecuali. Semuanya supaya kita bisa kembali hidup normal. Dan juga tidak ada kaitannya dengan anggota BPJS," ujar Jokowi dikutip dari siaran langsung di YouTube BNPB, Jumat (18/12/2020).

"Kan ada isu ini yang divaksin hanya yang miliki kartu BPJS. Enggak. Semuanya seluruh warga bisa mengikuti vaksinasi," ucapnya.

Tenaga medis dan awak pesawat Garuda Indonesia sesaat setelah yang kembali dengan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac dari Beijing di Bandara Internasional Jakarta di Tangerang.
Tenaga medis dan awak pesawat Garuda Indonesia sesaat setelah yang kembali dengan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac dari Beijing di Bandara Internasional Jakarta di Tangerang. (Biro Pers Setpres / AFP)

Hanya saja, lanjut Jokowi, pelaksanaan vaksinasi akan diatur oleh kelurahan atau oleh Puskesmas di tempat tinggal masing-masing. Jadwal pelaksanaan vaksinasi akan diberitahukan oleh kelurahan dan Puskesmas.

"Nanti mungkin ada pemberitahuan dari puskesmas atau kelurahan mengenai mulai apan kita akan vaksinasi," tutur Jokowi.

(*/ Tribun Jogja /kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved