Breaking News:

KONI DI Yogyakarta Berharap Kontribusi Pemimpin Baru Dalam Pembinaan Prestasi Olahraga di Daerah

Seiring berakhirnya pemilihan bupati dan wakil bupati di wilayah DI Yogyakarta melalui Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020

Istimewa
Ketua Umum KONI DIY Prof Dr H Djoko Pekik Irianto MKes AIFO 

TRIBUNJOGJA.COM - Seiring berakhirnya pemilihan bupati dan wakil bupati di wilayah DI Yogyakarta melalui Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 lalu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DI Yogyakarta memiliki harapan besar terhadap pemimpin yang baru terpilih, utamanya dalam pembinaan prestasi olahraga di daerah.

Ketua Umum KONI DIY Prof Dr H Djoko Pekik Irianto MKes AIFO, bersyukur Pilkada serentak di DI Yogyakarta berjalan aman, lancar, dan tertib. Mewakili masyarakat olahraga DI Yogyakarta, Djoko Pekik mengucapkan selamat kepada bupati serta wakil bupati terpilih.

"Selamat kepada bupati dan wakil bupati terpilih semoga sukses mengemban amanah memajukan kabupaten nya," ujar Djoko Pekik, Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Seorang Anggota DPRD Kulon Progo Terpapar Covid-19, Kantor DPRD Kulon Progo Ditutup 3 Hari

Baca juga: Peringatan Dini BMKG : Sabtu Besok, Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Berikut Ini

Lebih lanjut Djoko Pekik berharap, para bupati serta wakil bupati terpilih bisa lebih meningkatkan komitmen dalam pembinaan prestasi olahraga yang selama ini sudah ditunjukan oleh para bupati terdahulu.  

Menurut Djoko Pekik, pembinaan prestasi di daerah yang perlu didorong antara lain ialah ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) utamanya pelatih, serta pembinaan organisasi.

"Di tingkat Pengkab/Kota cabor, pembibitan atlet, pembinaan klub sebagai ujung tombak pembinaan,  membuka atau memperbanyak KKO (kelas khusus Olahraga) di tingkat SLTP, dukungan anggaran atau APBD dan yang urgent  dan mendesak adalah prasarana olahraga," kata Djoko Pekik.

Adapun prasarana yang perlu mendapatkan perhatian dari bupati di antaranya ketersediaan prasarana olahraga utamanya cabor yang menjadi prioritas setiap kabupaten berdasar data di KONI kabupaten masing-masing.

Baca juga: UPDATE 18 Desember: Bertambah Lagi 6.689 Orang, Jumlah Total COVID-19 Indonesia Jadi 650.197 Kasus

Baca juga: Harga Bahan Pokok Melesat, Penjual dan Pembeli di Pasar Wates Kulon Progo Mengeluh

"Kemudian usahakan prasarana olahraga berstandar. Poin berikutnya yakni cegah adanya alih fungsi prasarana olahraga untuk fungsi lain," kata Djoko Pekik.

"Berikutnya sangat disarankan untuk membuat track sintetis di stadion yang telah ada, misal di Stadion Handayani Gunungkidul, Sultan Agung Bantul, Tridadi atau Maguwoharjo di Sleman, juga Cangkring di Kulon Progo," tambahnya.

"Track sintetis ini bukan hanya untuk cabor atletik, tapi juga untuk calon-calon atlet cabor lainya. Sebab basic prestasi atlet cabor apapun adalah jalan, lari, dan lompat. Sehingga atletik disebut sebagai mother of sport," pungkasnya. (Han)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved