Breaking News:

IBL 2021 Tanpa Pemain Asing dan Lokal Naturalisasi, Ini Tanggapan Bank BPD DIY Bima Perkasa

Kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) tinggal hitungan hari. Rencananya, liga basket paling elite di Indonesia akan memulai musim

(Dok Bima Perkasa)
Bank BPD DIY Bima Perkasa berlatih intensif menyongsong IBL 2021 di bawah arahan pelatih asal Amerika Serikat, David Singleton (dua kiri) di GOR Klebengan, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) tinggal hitungan hari. Rencananya, liga basket paling elite di Indonesia akan memulai musim barunya pada 15 Januari 2021 mendatang.

Berbeda dari kompetisi musim sebelumnya, IBL 2021 hanya akan menyuguhkan persaingan pemain lokal. Sebab, operator kompetisi melarang seluruh klub peserta untuk mengontrak pemain asing dan juga lokal naturalisasi.

Dilansir dari laman resmi IBL, definisi pemain naturalisasi pada peraturan sebelumnya ialah pemain dengan kewarganegaraan negara indonesia yang memperoleh haknya melalui proses naturalisasi, namun dalam mekanisme pemilihannya, pemain naturalisasi tersebut dapat digunakan melalui proses atau mekanisme bersama pemain asing, yakni melalui draft.

Namun dalam perkembangannya, selain definisi yang menjelaskan dan mempertajam dengan sebutan lokal naturalisasi, juga mekanisme yang diperbaiki. Untuk klub mendapat hak pilihnya, pemain naturalisasi tidak lagi harus melalui draft seperti asing, tetapi melalui mekanisme tersendiri.

Baca juga: Dinkes : Keluarga Benteng Pertahanan Pertama dari Serangan COVID-19

Baca juga: Tenaga Medis di Alaska Alami Alergi Serius Seusai Disuntik Vaksin Covid-19 Produksi Pfizer

Pemain lokal naturalisasi menurut peraturan IBL adalah mereka yang sudah memiliki dokumen warga negara dan memiliki paspor Republik Indonesia paling tidak 365 hari sejak tanggal pengesahan paspor serta mendapat persetujuan dari PP Perbasi sebagai induk olahraga. Sebab proses naturalisasi tidak dapat dilakukan secara bebas oleh pihak selain federasi.

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah menjelaskan, peraturan tentang pemain lokal naturalisasi disetujui sebagai upaya untuk mengatur mekanisme yang lebih baik lagi.

Hanya klub klub peserta IBL bersepakat untuk penggunaannya dimulai di musim 2022, salah satunya mengingat waktu persiapan yang cukup pendek dan sebagian besar klub telah mempersiapkan rosternya untuk musim 2021.

Sekadar informasi, berdasarkan data pemain naturalisasi yang dimiliki Indonesia hanya lima. Kelima pebasket tersebut ialah Jamarr Johnson, Anthony Ray Hargrove, Ebrahim Enguio Lopez, Brandon Jawato, dan Lester Prosper.

Brandon dan Prosper dipastikan akan memperkuat Indonesia Patriot alias timnas Indonesia di IBL 2021, tim yang dipersiapkan untuk tampil di windows ketiga kualifikasi FIBA Asia Cup. Di sisi lain, Brandon dan Prosper juga belum setahun memegang paspor Indonesia. 

Praktis, stok pemain naturalisasi yang tersedia sangatlah minim untuk jumlah peserta kompetisi liga yang mencapai 11. Sehingga, sebagian besar tim akhirnya sepakat penggunaannya pemain lokal naturalisasi dimulai di musim 2022 mendatang.

Manajer klub peserta IBL, Bank BPD DIY Bima Perkasa, Dyah Ayu Pratiwi mengatakan, regulasi mengenai hak menggunakan pemain lokal naturalisasi sebelumnya telah ia diskusikan juga dengan presiden klub basket asal Yogyakarta tersebut, dr Edy Wibowo.

Baca juga: Jelang Libur Nataru, Pemkot Yogyakarta Kebut Persiapan Fasilitas Prokes di Malioboro

Baca juga: Pendaftar Santunan Korban Meninggal Akibat COVID-19 di DIY Baru Dua Orang

"Terkait ini, Bapak Edy Wibowo sudah menyampaikan jika melihat adanya peraturan lokal naturalisasi dapat bermain di IBL adalah sebuah langkah yang baik. Di situ juga sudah diatur kriterianya sedemikian rupa, dan tujuan utamanya juga agar pemain naturalisasi yang membela timnas selanjutnya juga dapat berkarir di Indonesia," terang Dyah Ayu Pratiwi, Kamis (17/12/2020).

"Namun kaitannya untuk tahun 2021 mendatang dan dengan masa sosialisasi kurang dari sebulan, hemat kami masih belum siap diterapkan di tahun 2021. Maka tanggapan kami memang setelah liga 2021 selesai, di bulan April bisa kita lanjutkan untuk pembahasannya secara komprehensif," jelasnya.

Meski nantinya IBL 2021 tanpa pemain asing dan lokal naturalisasi, Dyah Ayu menilai persaingan yang akan disuguhkan juga tak kalah kompetitif.

"Persaingannya akan tampil fresh, karena ada dua tim baru, serta ada banyak aktifitas transfer pemain lokal. Kami optimis IBL musim 2021 akan menarik dan akan penuh dengan kejutan juga. Harapannya tim kami bisa konsisten dan ada di kondisi performa puncak," pungkasnya. (Han)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved