Bisnis

Harga Sejumlah Komoditas Bahan Pokok di Kabupaten Kulon Progo Stagnan Tinggi

Adapun komoditas yang harganya tinggi di antaranya daging ayam broiler, telur ayam broiler, cabai merah keriting, cabai rawit merah dan tomat.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Tribun Bali
Ilustrasi Cabai Rawit 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Kulon Progo stagnan tinggi. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kulon Progo, Iffah Mufidati mengatakan harga bahan pokok stagnan tinggi mulai awal Desember 2020.

Merujuk data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kulon Progo, komoditas bahan pokok pada daging Ayam Broiler seharga Rp 35.000/kg, telur ayam broiler seharga Rp 27.000/kg, cabai merah keriting seharga Rp 41.000/kg, cabai rawit merah seharga Rp 41.000/kg dan tomat seharga Rp 13.500/kg.

"Sebenarnya harga tomat mulai awal Desember 2020 sudah mulai menurun namun harganya masih tinggi jika dibandingkan dengan kondisi normal," ucapnya Kamis (17/12/2020). 

Terlebih kata Iffah, harga cabai terpantau cukup tinggi karena berkaitan dengan masa panen yang belum saatnya dan datangnya musim penghujan dengan curah hujan yang tinggi. 

Baca juga: Pencairan Bansos Turut Pengaruhi Fluktuasi Harga Bahan Pokok di DI Yogyakarta

Selain itu juga dipengaruhi dengan sistem lelang cabai yang akhirnya harus menyesuaikan dengan kondisi hasil bumi. 

Sedangkan peningkatan harga pada daging dan telur ayam broiler karena mulai adanya gelaran hajatan. 

Serta permintaan dari resto maupun rumah makan menjelang natal dan tahun baru 2021.

"Saya kira seperti cabai juga sama. Ada kebutuhan pokok cabai yang digunakan untuk olahan makanan," kata dia. 

Namun dikatakan Iffah meskipun harganya tinggi, untuk ketersediaan stok komoditas bahan pokok tersebut cukup aman. 

Bahkan pihaknya bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY yang terdiri dari Bank Indonesia, Bulog dan Satgas Pangan melakukan sidak dengan mengambil sampel Pasar Wates. 

"Kemarin kami dengan tim TPID ke Pasar Wates. Dari pedagang menyampaikan tidak ada kelangkaan. Tapi memang keadaan permintaan masyarakat yang sudah mulai meningkat. Namun kami berharap tetap terkendali dan suplai barang tetap ada," jelasnya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved