Cat Lovers

Awas, Yang Suka Tidur Satu Ranjang Bareng Kucing Miliki Risiko Seperti Ini, Bisa Kena Parasit

Awas, Yang Suka Tidur Satu Ranjang Bareng Kucing Miliki Risiko Seperti Ini, Bisa Kena Parasit

Tayang:
Tribunjogja.com/Yudha Kristiawan
Kucing 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menyayangi kucing peliharaan bisa diwujudkan dalam beragam perlakuan.

Mulai dari memberikan nama panggilan, memberikan kandang yang layak hingga membawa ke klinik hewan secara berkala untuk memeriksakan kesehatan hewan tersebut.

Kucing sebagai hewan peliharaan memang kerap diperlakukan layaknya manusia dengan alasan rasa sayang.

Bagi mereka yang saking sayangnya dengan kucing peliharaan bahkan membiarkan kucing mereka tidur bersama di kamar tidur.

Hanya saja, kebiasaan membiarkan kucing tidur bersama manusia, memiliki risiko yang patut menjadi bahan pertimbangan.

Baca juga: Kamu Harus Tahu, Tanda Kucingmu Takut dan Gelisah, Telinganya Hadap Arah Kepala Atau Hadap Samping

Baca juga: Hati Hati, Hindari Berbuat Seperti Ini Pada Kucing Kesayangamu, Bisa Bikin Kucing Stres dan Sakit

Baca juga: Ini Nama Nama Kucing Yang Unik dan Lucu Berikut Maknanya, Ada Nama Untuk Kucing Jantan dan Betina

Dikutip dari Kompas.com, membiarkan kucing tidur bersama dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan jangka panjang seperti berikut :

1. Kutu dan parasit

Saat pemilik berbagi tempat tidur dengan kucing, ada kemungkinan pemilik dan kucing juga berbagi parasit.

Kutu, parasit, dan bakteri mungkin saja hinggap di bulu kucing yang tidak terlihat mata. Terlebih jika kucing suka berkeliaran di luar rumah.

Parasit yang menempel di tubuh manusia bisa menyebabkan masalah kesehatan. Misalnya saja kutu, gigitannya dapat memicu gatal di kulit.

Konsultasikan ke dokter hewan cara terbaik untuk mencegah parasit hidup di tubuh kucing.

2. Mengancam anak kecil

Membiarkan kucing tidur bersama sangat tidak disarankan apabila pemilik mempunyai bayi.

Bulu-bulu kucing bisa saja rontok di kasur dan mengganggu pernapasan bayi.

Kucing
Kucing (Tribunjogja.com/Yudha Kristiawan)

3. Tidur terganggu

Kucing bisa dikatakan rajanya tidur. Hewan yang satu ini bisa tidur 15 jam sehari. Namun siklus tidur kucing berbeda dengan manusia.

Kucing bisa tidur sepanjang hari tapi sangat aktif di malam hari hingga mengganggu pemiliknya saat tidur.

“Beberapa kucing akan tidur nyenyak di malam hari. Tetapi kebanyakan lebih waspada dan aktif saat pemiliknya mencoba untuk tidur," ungkap Dr. Geoff DeWire dari PrettyLitter kepada Reader's Digest.

“Kucing yang aktif dapat mengganggu siklus tidur pemilik. Akibatnya pemilik kucing tidur tidak nyenyak," tambahnya.

Selain bergerak aktif, kucing juga mungkin mendengkur, mencakar, atau sekadar memancing perhatian pemiliknya selama jam tidur.

Ilustrasi
Ilustrasi (pixabay)

4. Alergi dan asma

Beberapa orang memiliki alergi terhadap kucing. Saat alerginya kambuh, mereka bisa saja sesak napas.

Pemilik kucing yang mempunyai alergi apabila tidur bersama hewan peliharaannya dapat kesulitan bernapas. Akibatnya kualitas tidur terganggu.

"Jika pemilik kucing pernah mengalami alergi, jangan biarkan kucing tidur di atas kasur. Kalau perlu keluarkan kucing dari kamar," kata Dr. DeWire.

Di sisi lain, kucing tetap bisa berkeliaran di dalam kamar apabila ada filter HEPA (penyaring udara). Dengan begitu dapat mencegah pemicu alergi dan asma saat tidur.

========

Artikel ini sebagian telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tidur Bareng Kucing? Waspadai 4 Risiko yang Mengintai"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved