Breaking News:

Kolom Bawaslu DIY

Catatan Hasil Pengawasan Pemungutan Suara Pilkada Serentak 2020

Rabu, 9 Desember 2020 adalah pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Catatan Hasil Pengawasan Pemungutan Suara Pilkada Serentak 2020
Istimewa
Anggota Bawaslu DIY, M Amir Nashiruddin

Oleh: Anggota Bawaslu DIY, M Amir Nashiruddin

TRIBUNJOGJA.COM - Rabu, 9 Desember 2020 adalah pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Menuju hari tersebut banyak tahapan telah dilalui di antaranya pemutakhiran data pemilih, pendaftaran calon, kampanye dan dana kampanye dan masa tenang. Semua itu bermuara pada hari pemungutan suara.

Sehingga proses demokrasi sesungguhnya, setidaknya secara prosedural dapat dilihat bagaimana tata cara dan prosedur pemungutan suara diatur dan dipraktekkan oleh penyelenggara (jajaran KPU-Bawaslu), peserta (saksi pasangan calon) dan pemilih dengan berlandaskan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luber & Jurdil).

Dalam setiap tahapan jajaran Bawaslu senantiasa mengedepankan dan memaksimalkan upaya pencegahan.

Upaya tersebut bisa dilakukan secara tertulis maupun lisan kepada penyelanggara (KPU), peserta maupun pemangku kepentingan lainnya.

Hal yang sering disampaikan adalah terkait imbauan agar pelaksanaan setiap tahapan sesuai undang-undang dan aturan turunannya dengan memperhatikan aspek kerawanan masing-masing tahapan.

Aspek imbauan di antaranya menyangkut pemenuhan hak pilih, netralitas pejabat negara termasuk BUMN/BUMD dan ASN, TNI & Polri.

Juga aspek larangan dalam kampanye yang termasuk kategori tindak pidana pemilihan seperti politik uang, penggunaan fasilitas dan anggaran negara.

Selain upaya pencegahan, jajaran Bawaslu juga melakukan pengawasan dalam setiap tahapan. Oleh karena itu dapat disampaikan beberapa catatan hasil pengawasan, dalam hal ini dibatasi pada tahapan pemungutan suara antara lain; 1)Alat peraga kampanye (APK) masih terpasang. Terlihat di sepanjang jalan Gejayan, masih ditemukan sebanyak 13 APK yang terpasang dan sudah dilakukan penertiban; Lebih dari 5 APK masih terpasang di Desa Sariharjo Kecamatan Ngaglik. Terhadap hal tersebut kemudian dilakukan penertiban oleh pengawas.

Berikutnya, 2) Perubahan lokasi TPS, hal ini terjadi di TPS 11 Karangduwet, Kecamatan Paliyan dipindah karena pemilik rumah yang dijadikan pendirian TPS sedang isolasi mandiri; juga terjadi di TPS Dusun Pace B, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari dipindah atas keberatan masyarakat karena pemilik rumah merupakan simpatisan salah satu Paslon.

3) KPPS menolak rapid test dan/atau cek Influenza. Sebanyak 36 TPS (324 KPPS & Linmas) di Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo tidak semuanya mau melakukan Rapid Test atau Cek Influenza, dengan rincian : Rapid Test (58 orang), Cek Influenza (156 orang), Tidak Rapid Test atau Influenza (110 orang). Sempat muncul ancaman dari sesama KPPS, jika ada salah satu KPPS melakukan Rapid, maka KPPS yang lain akan mengundurkan diri. Meski demikian, pada akhirnya seluruh petugas KPPS yang tidak melakukan rapid dan cek influenza tetap melaksanakan tugasnya pada hari pemungutan suara.

Catatan lainnya, 4) Pelayan hak pilih pada desa yang sedang menerapkan lockdown. TPS 10 Padukuhan Jetis, Desa Hargomulyo Kecamatan Cangkringan sedang menerapkan lockdown. KPPS (1 orang didampingi saksi dan Panwascam Cangkringan) melakukan jemput bola terhadap warga (47 Pemilih dari 107) yang akan menggunakan hak pilihnya.

5) Pelayanan memilih bagi Pasien Covid-19. Rusunawa Gemawang 31 Pemilih (TPS 46); RSUD Saptosari ada 13 Pemilih (8 Pasien Covid, 1 penunggu Pasien dan 4 Tenaga Kesehatan), metode Pemilihan dilakukan dengan sistem pendampingan (dicobloskan oleh KPPS). RSUP Dr Sardjito tidak memfasilitasi proses pemungutan suara karena kondisi Pasien sudah kritis, sementara untuk Pasien Non Covid terdapat 31 orang yang menggunakan hak pilihnya.

6) Penggunaan Atribut Paslon di TPS. Terdapat penggunaan atribut Partai/Paslon seperti dijumpai di TPS 62 Padukuhan Sendowo, Mlati. 6) Penerapan Protokol Kesehatan. Secara umum para pemilih mematuhi protokol kesehatan.

Hanya saja dijumpai ada TPS yang tidak menyediakan bilik khusus bagi pemilih yang memiliki suhu tubuh tinggi. Namun cukup banyak bilik khusus yang disediakan tanpa tirai/penutup plastik. (*)

Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved