Film

Fakta, KPK Literasi Anti Korupsi Lewat Film Teater Musikal Ayun Ayun Negeri, Ternyata Ini Tujuannya

Fakta, KPK Literasi Anti Korupsi Lewat Film Teater Musikal Ayun Ayun Negeri, Ternyata Ini Tujuannya

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yudha Kristiawan
Tribunjogja.com/Yudha
Screening Film Teater Musikal Ayun Ayun Negeri 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pandemi bukan menjadi halangan untuk terus memutar otak menghasilkan sebuah karya dengan konsep adaptasi kebiasaan baru.

Kali ini sebuah karya di masa pandemi hadir. Dongeng di kala pandemi dengan judul "Ayun Ayun Negeri". 

Sebuah Film Teater Musikal karya Sutradara Garin Nugroho. Karya ini adalah kolaborasi Garin Nugroho dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Jamaludin Latif, salah satu pemeran yang juga tim produksi dalam film ini menuturkan, pendekatan yang digunakan dalam karya ini adalah pendekatan proses pembuatan film.

Hanya saja, lantaran pandemi, produksi disesuaikan dengan tidak melibatkan kerumunan seperti ketika belum masa pandemi. Hal ini dalam rangka mendukung penerapan 3M dan protokoler kesehatan.

"Meski waktu produksi termasuk singkat, tapi adaptasi kebiasaan baru benar benar terjadi di proses teman teman pemain yang memang beradaptasi dengan cepat dengan naskah yang fix di akhir akhir waktu mendekati syuting," ungkap Jamaludin di acara screening film ini belum lama ini.

Di kesempatan yang sama, Giri Suprapdiono , Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK yang juga hadir menuturkan, karya film ini sendiri menjadi bagian dari rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia  2020) dengan tema: Membangun kesadaran seluruh elemen bangsa dalam budaya antikorupsi. KPK sangat mengapresiasi seniman yang peduli pada antikorupsi.

Screening Film Teater Musikal Ayun Ayun Negeri
Screening Film Teater Musikal Ayun Ayun Negeri (Tribunjogja.com/Yudha)

Dongeng dan festival adalah perpaduan seni melawan korupsi. Korupsi harus dilawan dengan berbagai cara. 

Perlawanan korupsi dengan seni, artinya halus namun menukik, tajam namun tak melukai, mengasah hati untuk nurani, menanamkan nilai diri tanpa menggurui, adalah strategi baru  pendidikan KPK agar insan negeri tidak ingin korupsi. 

Pendekatan baru, selain OTT dan pengembalian aset hasil korupsi yang seksi.

Baca juga: Band Ini Sebut Alirannya Eksperimental Teatrikal, Seperti Apa Lagu Lagunya, Ini Profilnya

Baca juga: Soal Unggahan Pemesanan Vaksin Corona, RS UII Nyatakan Bukan Preorder Vaksin, Hanya Mendata

Baca juga: Hebat, Seniman Berusia 84 Tahun Ini Masih Rajin Berkarya, Bakal Bikin Patung Setinggi 7 Meter

"Pemberantasan korupsi bukan sekedar menanamkan ketakutan melalui OTT, juga membangun sistem dengan pencegahan, namun sangat membutuhkan strategi pendidikan agar tidak ingin korupsi, enggan korupsi karena kuat menahan godaan dalam kesendirian," kata Giri.

Lanjut Giri, dongeng karya Garin Nugroho  adalah sebuah kisah menjahit sejarah korupsi sejak jaman sebelum merdeka. 

Seniman yang terlibat didalamnya adalah seniman yang paham keresahan negeri karena terayun ayun karena korupsi. Bagaikan keledai yang terjerumus dalam ke lubang yang sama. Dongeng ini mengingatkan kembali.

Karya seni yang baik mengajarkan pemirsanya untuk mampu membangun nuraninya kembali agar mampu memimpin dirinya sendiri (Self Mastery) berkaca pada perilaku aktornya dan nilai hidup di dalamnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved