Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif Kepala Bappeda DIY: Strategi Pembangunan dengan Perketat Protokol Kesehatan

Seperti apa jalannya pembangunan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama 2020 dan bagaimana rencana pembangunan pada 2021?

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUJOGJA.COM/Maruti A. Husna
Kepala Bappeda DIY, Beny Suharsono 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebelum pandemi melanda, tema pembangunan dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) DIY lebih mengedepankan aspek infrastruktur sebagaimana juga dilakukan pemerintah di tingkat pusat.

Namun, sejak Maret 2020 ketika wabah Covid-19 meluas, rencana tersebut seperti berbalik 180 derajat.

Kebijakan yang diambil harus bisa menangani permasalahan kesehatan sekaligus ekonomi yang ikut terdampak.

Seperti apa jalannya pembangunan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama 2020 dan bagaimana rencana pembangunan pada 2021?

Berikut hasil wawancara eksklusif reporter Tribun Jogja Maruti Asmaul Husna dengan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DI Yogyakarta, Beny Suharsono.

Bagaimana realisasi pembangunan di DIY selama 2020?

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mempunyai 14 janji di rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang akan dipenuhi selama 2017-2022. Tahunannya kita sebut RKPD. Dari 14 indikator memang ada beberapa indikator yang belum mampu dicapai. Contohnya, hari ini kita masih luar biasa mendiskusikan tentang target penurunan angka kemiskinan. Itu kasat mata. Tapi bukan karena pandemi terus kami punya alasan, tidak.

Kedua, tentang Indeks pembangunan manusia (IPM). IPM kan indikatornya ada tiga, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Nah, tiga indikator ini yang masih belum tercukupi itu terkait dengan ekonomi karena terkait dengan kemiskinan, daya beli kita masih di bawah standar. Kemudian ketimpangan wilayah. Sementara yang belum tercapai itu.

Kita memang harus jujur kepada publik. Ada indikator yang sangat terlampaui prosentasenya lebih dari 120 persen, tetapi ada juga indikator yang belum terpenuhi, yaitu soal kemiskinan, ketimpangan wilayah yang menjadi core dari ekonomi.

Tapi kalau di kesehatan wong kita usia harapan hidupnya terpanjang. Kemudian pendidikan rata-rata masa sekolah kita 15 tahun, sudah terpanjang di Indonesia. Yang sudah tercapai sekitar 120 persen itu misalnya terkait indikator rata-rata lama sekolah misalnya. Kunjungan wisatawan juga sudah melampaui.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved