Breaking News:

Protokol Kesehatan

Apindo DIY Sebut Perlu Tindakan Tegas Bagi Perusahaan yang Melanggar Protokol Kesehatan

pemberian sanksi pada perusahaan yang melanggar prokes memang harus dilakukan karena dapat membahayakan banyak orang.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
via grid.id
ILUSTRASI new normal 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Daerah Istimewa Yogyakarta menilai perlunya sanksi tegas bagi perusahaan yang lalai menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan baik.

Wakil ketua Apindo DIY, Merlin Yusup mengatakan, pemberian sanksi pada perusahaan yang melanggar prokes memang harus dilakukan karena dapat membahayakan banyak orang.

"Lagipula menjalankan prokes dengan baik sudah menjadi perjanjian antara perusahaan dengan Dinaskertrans DIY. Sebelumnya, agar dapat beroperasi di masa pandemi dilihat dari sisi kesiapan menjalankan prokes jika tidak sesuai maka tidak bisa berproduksi. Maka, tidak ada alasan lagi tidak mematuhinya," jelasnya kepada Tribunjogja.com,pada Jumat (11/12/2020).

Dalam perjanjian tersebut, lanjut Hermelin, juga sudah dijelaskan sanksi yang akan diberikan ke perusahaan.

ILUSTRASI - Masker scuba tidak efektif cegah Covid-19
ILUSTRASI - Masker scuba tidak efektif cegah Covid-19 (GRID.ID)

Apabila ditemui pelanggaran, sanksi awal yang diberikan masih tindakan persuasif berupa teguran oleh Pemda DIY.

Setelah itu, jika masih belum mengindahkan akan dilayang surat peringatan sebanyak tiga kali dan dicabut hak izin beroperasinya.

"Semua sudah tertulis. Kalau memang ada perusahaan yang melanggar prokes yang harus ditindak lanjut sesuai peraturannya,"tuturnya.

Ia menambahkan, sejauh ini sebanyak 250 perusahaan yang menjadi anggota Apindo DIY tetap menjalankan prokes dengan baik.

Bahkan, perusahaan lebih ketat dalam penerapannya.

"Fasilitas prokes semua perusahaan sudah menyediakan. Malahan, untuk pegawai yang ketahuan bepergian ke luar daerah DIY kalau mau bekerja lagi harus melampirkan tes swab. Jadi, kami pun tidak mau kecolongan," pungkasnya.

(*/ndg/ Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved