Breaking News:

HOAKS Pesan Berantai 'Jogja Ditutup', Ini Kata Satgas Covid-19 DIY, UGM hingga Pemkot Yogyakarta

Pesan yang menyebutkan bahwa Jogja ditutup akibat lonjakan kasus Covid-19 dan beredar melalui layanan pesan WhatsApp (WA) adalah hoaks

Editor: Muhammad Fatoni
instagram.com/mygofar
Tugu Pal Putih 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pesan berantai yang beredar melalui layanan pesan singkat WhatsApp (WA) yang menyatakan Kota Solo dan Jogja Ditutup, dipastikan tidak benar alias hoaks.

Seperti diketahui, pesan yang menyebutkan bahwa Jogja ditutup serta satgas Covid-19 UGM yang disebut kewalahan antisipasi lonjakan kasus Covid-19, beredar melalui layanan pesan WhatsApp dalam beberapa hari terakhir.

Berikut isi pesan berantai yang beredar tersebut :

"Solo n Jogja tutup

Ijin copas info dari sebelah :

Bpk/Ibu, iki himbauan dari teman Satgas Covid-19.. UGM: Kalau ada saudara yg mau ke Jogja diingatkan utk ditunda dulu.

Untuk rekan2, bila tidak sangat penting dan mndesak, sementara ditunda dulu untuk ke jogja nggih. Saya sebagai tim satgas cov ugm saat ini sangat kuwalahan mengatur tempat untuk isolasi mandiri sivitas UGM. Kami sdh buka asrama mhs (3 lantai ) untuk isolasi yg positif tanpa gejala. Saat ini sdh penuh, ini kami hrs siapkan apartemen UGM untuk cadangan. Jogja merah merata, kecuali sebagian Gunung Kidul dan Kulon Progo.

Ijin matur agar jd pedoman teman2 yg mau ke Solo :
1 Asrama Haji Donohudan difungsikan smtr sbg RS terpadu khusus pasien Covid mengingat RS di Solo hampir penuh
2 Benteng Vastenberg aktif sbg Karantina semua pemudik Solo mulai 15 Des '20- 20 Jan'21
3 Pintu bandara/ tol/ Kereta dan Tirtonadi disiapkan Satgas gabungan utk chek pemudik yg masuk Solo.
4 Disetiap pintu masuk Solo ( Tugu Makutha, Sumber, Joglo, Jurug dll) disiapkan team gabungan stand by 24 jam.
5 Jika masih lolos maka info JOGO TONGGO diaktifkan. Pemudik akan dilaporkan ke team dan akan dijemput utk di karantina.
6 Segala kartu lolos test swab dll tidak berlaku
7 Mohon aturan ini disikapi dg bijak demi kebaikan kita semua.
Nuwun LS

Hasil rapat Forkompinda:
1. Mulai tgl 10 Des 2020 akan dimulai pemasangan tenda tenda di Beteng Vasterbug.
2. Tgl 15 Des 2020 Pemkot mulai menerapkan prokes / karantina bagi pemudik bekerja sama dgn bandara, terminal, stasiun dll untuk data pemudik ( akan ada petugas medis )
3. Karantina selama 15 hari.
4. ASN dan warga solo jg tidak boleh ke luar kota / mudik
5. Warga yg keluar rumah tdk pakai masker, berkerumun, tdk menerapkan prokes akan kena sangsi membersihkan kali / sungai selama minimal 1 -2 hari penuh ( kayak padat karya tapi tdk di gaji )
Demikian infonya

jogya dan solo ditutup." demikian bunyi pesan berantai tersebut.

Penjelasan Gugus Tugas COVID-19 DIY dan UGM Terkait Pesan Singkat Larangan Kunjungan ke Yogyakarta
Penjelasan Gugus Tugas COVID-19 DIY dan UGM Terkait Pesan Singkat Larangan Kunjungan ke Yogyakarta (Instagram @humasjogja)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved